Geram ANARKI menyerukan 3 hal untuk POLRI


Para pemuda dan mahasiswa di Sulawesi Utara yang tergabung dalam GERAM ANARKI turun jalanan. Setelah 4 minggu sebelumnya melakukan doa bersama untuk tindakan DISKRIMINASI dan KEKERASAN yang menghujani masyarakat minoritas di Indonesia, kini GERAM ANARKI melakukan tindakan untuk menyerukan kepada khalayak ramai, bahwa kaum minoritas di Indonesia adalah warga Indonesia dan membutuhkan keadilan dari Negara yang berdaulat ini, Negara dengan BHINEKA TUNGGAL IKAnya dan Negara yang menjunjung tinggi hukum dan Undang-Undang 1945.

Gerakan Pemuda Mahasiswa Anti Diskriminasi dan Kekerasan di Indonesia – Sulawesi Utara (GERAM ANARKI) adalah salah satu bentuk keprihatinan dari pemuda dan mahasiswa di Sulawesi Utara atas tindakan DISKRIMINASI dan KEKERASAN yang telah dan sementara melanda di negeri tercinta kita, yakni Indonesia. Mereka yang bersatu dalam GERAM ANARKI ini adalah GMKI se SULUT, PMKRI se-SULUT, Pemuda GMIM, Pemuda KATOLIK, Pemuda BATAK se-SULUT, Pemuda SINODE AM, LPMI, GSKI, GAMKI, SEMAH FISIP UNSRAT dan HIMAJU IBA UNSRAT.

Walaupun sempat membuat kemacetan di sepanjang Jalan Bethesda, namun terlihat dengan jelas, bahwa walaupun masyarakat yang tinggal ataupun masyarakat yang melalui ruas Jalan tersebut merasa terganggu atas kemacetan yang terjadi, namun mereka terlihat sangat penuh antusias mendukung Aksi Damai oleh GERAM ANARKI. Terdengar sepintas masyarakat menyerukan dukungan atas Aksi Damai GERAM ANARKI, bahkan beberapa masyarakat ikut turun jalanan membantu Polantas untuk mengatur lalu lintas.

Selain itu, para pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam GERAM ANARKI juga memberikan orasi, kampaye dan selebaran untuk menuntut keadilan dan proses hukum yang tegas atas tindakan diskriminasi dan kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang menjadikan diri mereka sebagai Polisi Swasta.

Dari aksi damai yang dilakukan oleh GERAM ANARKI, mereka membuat dan menyampaikan pernyataan sikap untuk Kepolisian Republik Indonesia melalui Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, bahwa berdasarkan segala latar belakang sebagaimana diuraikan dalam 3 Tuntutan GERAM ANARKI SULUT, maka setelah mensinkronkan tuntutannya dengan 3 Tugas Pokok Kepeolisian Negara Republik Indonesia berdasarkan Pasal 13 UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia adalah;

  1. Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat;
  2. Menegakan hukum; dan
  3. Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat

GERAM ANARKI pun menyatakan sikap kepada Pihak Kepolisian Republik Indonesia melalui Kepolisian Daerah Sulawesi Utara sebagai berikut:

  1. Bubarkan Front Pembela Islam dan Forum Umat Islam dan /atau organisasi, perkumpulan dan atau pergerakan yang bertindak main hakim sendiri, memasung kebebasan beragama dan beribadah menurut kepercayaannya di Indonesia;
  2. Tindak tegas, tangkap, tahan dan lanjutkan proses perkara pidana kekerasan terhadap jemaat HKBP Bekasi ke pengadilan; Berantas dan usut tuntas segala tindakan main hakim sendiri dan segala bnetuk upaya pemasungan terhadap hak beragama dan beribadah di Indonesia;
  3. Menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik terhadap segala tindakan pemberantasan dan pengusutan kasus-kasus main hakim sendiri serta segala bentuk upaya pemasungan terhadap hak beragama dan beribadah di Indonesia

Sebagai penutup Aksi Damai ini di Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, GERAM ANRKI melakukan aksi teatrikal selama 5 menit. Aksi teatrikal yang dilakukan di depan Kepolisan Daerah Sulawesi Utara ini menggambarkan perbuatan yang dilakukan oleh FPI / FUI dan ormas lainnya yang mengutamakan aksi anarkis dalam tiap tindakan. Mereka menjadikan diri sebagai Polisi Swasta dan merebut kewenangan dan keadilan yang dipegang oleh pihak Kepolisian. Tergambar, pihak kepolisian dijegal, diserang dan ditindas dengan kejam oleh FPI / FUI dan ormas lainnya yang mengutamakan aksi anarkis dalam tiap tindakan. Pihak keplisian juga berupaya bangkit dari kejatuhan, menangis dan meratapi atas kegagalannya, namun tetap gagal, karena tumbuhnya FPI-FPI yang baru dengan kemasan yang baru dan kekerasan yang lebih kejam lagi.

Semoga saja dari Aksi Damai yang dilakukan oleh GERAM ANARKI ini, saya, anda dan kita semua ini dapat menyadari bahwa Bangsa kita adalah bangsa yang memiliki keberagaman Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan yang kesemuanya disatukan dalam wujud BHINEKA TUNGGAL IKA. Marilah kita hargai segala perbedaan yang ada pada kita.

Iklan

Tentang zuckh

Suka hal yang baru, lebih dan panas.
Pos ini dipublikasikan di Batak, GMKI, Hutabarat, Manado, Motivasi, Orang Batak, Pengalaman, Sharing Knowledge dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s