Gedung Baru DPR RI


Gedung DPR RI Baru hot issue:

  • Gedung baru DPR RI ini terdiri dari 36 lantai
  • 3 lantai bawah tanah (basement)
  • Fasilitas Pertemuan Internasional
  • Anggaran kurang lebih 1.8 Triliun
  • Ruangan yang luas (setiap ruang terdiri dari ruang kerja, ruang staff ahli dan assisten pribadi, ruang rapat kecil, kamar istirahat, KM/WC dan ruang tamu)
  • Untuk 1 anggota DPR dengan 5 staf ahli dan 1 assisten membutuhkan 120m2, total luas bangunan 157.000m2, konsultan tawarkan fasilitas termasuk SPA, FITNESS, REFLEKSI, dan KOLAM RENANG

Konsep awalnya, oleh arsitek Soejoedi adalah sebuah ruangan terbuka yang luas di halaman depan komplek MPR/DPR/DPD-RI sebagai arena untuk menerima dan menghormati tamu. Namun ketika komplek ini dijadikan ajang penyelenggaraan Conefo, Komplek ini berubah menjadi komplek gedung MPR/DPR/DPD RI seperti sekarang ini. Seharusnya konsep Soejoedi tersebut masih amat relevan MENGINGAT MPR/DPR MERUPAKAN REPRESENTASI DARI RAKYAT DAN SERING HARUS MENERIMA ASPIRASI DARI RAKYAT YANG DIWAKILINYA.

3 Alasan utama pembangunan gedung baru beserta fasilitasnya:

  • Kapasitas maupun penataan ruang sudah tidak dapat menampung maupun mengatur jumlah karyawan / staff ataupun barang-barang / berkas yang berada di dalam ruang Gedung MPR/DPR/DPD-RI.
  • Meja kerja staf dan jumlah staf yang tidak sebanding dengan luasan ruangan, hal ini mengakibatkan ruang gerak yang semakin sempit
  • Ruang perpustakaan yang sudah tidak memadai sehingga diperlukan penambahan dan penataan kembali pada ruang perpustakaan ini.

3 Konsep Utama Perencanaan:

  • Design gedung baru berbentuk gerbang yang mencerminkan :

    Konsep BINGKAI merupakan filosofi dari anggota DPR yang berasal dari beragam latar belakang daerah dan budaya,

    Bentuk GERBANG merupakan metafora dari HARAPAN, bahwa gedung ini bisa menjadi gerbang bagi kemakmuran bangsa Indonesia. Bentuk gerbang selalu mengandalkan adanya dua pilar kokoh yang menyanggah balok diatasnya.

  • Filosfi: Air Mengalir

    Konsep lansekap Komplek DPR RI selalu menyertakan unsur air sebagai salah satu elemen pembentuknya. Juga dalam konsep rancangan Gedung Baru Kantor Anggota DPR ini. Unsur air disamping sebagai elemen estetis juga dipergunakan sebagai penghubung antara bangunan eksisting dengan gedung yang baru. Air sebagai kolam pemantul (reflecting pond) dialirkan dari Gedung Nusantara I, ke kolam yang berada di antara Gedung Nusantara I dan Gedung Baru, kemudian mengalir lagi melewati “gerbang” gedung baru kemudian menuju ke kolam yang ada di atas perpustakaan (aliran diperkaya dengan ilmu), kemudian menembus entrance gedung perpustakaan dan jatuh di kolam bendera.

    Aliran ini sebagai analogi; bahwa apapun yang dilakukan DPR, selalu mengalir (bermanfaat) ke rakyat Indonesia (kolam dengan deretan tiang bendera, merupakan analogi dari “kolam” bangsa Indonesia).

  • Fasilitas dan Konsep Perencanaan

    Pembangunan gedung baru ini ditujukan untuk memfasilitasi kegiatan dalam Komplek DPR RI perlu diwadahi secara baik sehingga dapat menunjang kinerja anggota Dewan. Konsep penataan ruang seperti yang direncanakan perlu ditindaklanjuti dengan Pengembangan Rancangan dan Detail Engineering Design (DED) sehingga dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan ruang.

    • Desain pengembangan untuk ruang anggota dewan, meliputi 1 anggota, 5 staf ahli, 1 asisten pribadi, dengan luasan ± 120 m2 (bahwa luasan tersebut setara dengan kebutuhan ruang kerja Eleson 1);
    • Kekuatan struktur bangunan harus memperhatikan beban hidup, beban mati, beban angin, resonansi struktur, dan potensi bencana (gempa dan kebakaran);
    • Hasil perencanaan tipikal Layout ruang dapat dioptimasi guna menekan biaya perawatan dan pemeliharaan bangunan;
    • Dengan adanya besmen dengan kapasitas parkir yang besar (± 1000 mobil), perlu direncanakan dengan matang (sirkulasi, penghawaan, proteksi kebakaran, evakuasi pada saat bencana dll);
    • Perlu memperhatikan ketentuan tata ruang dan arahan dalam Master Plan guna memenuhi keinginan menjadi Landmark kawasan serta memperkuat citra bangunan eksisting.

    • Luas 120 m² ruangan bagi tiap-tiap anggota seluas dibagi menjadi :
    • 60 m² untuk ruang kerja anggota
    • 60 m² untuk ruang 1 orang sespri dan 4 orang staf ahli

3 Alasan utama pembangunan gedung baru dikerjakan dengan Multi Years Contract:

  • Untuk efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan dan pertimbangan waktu yang tersedia, pekerjaan pembangunan Gedung Baru DPR RI tersebut tidak dapat dilaksanakan dalam satu tahun anggaran, dan diusulkan untuk mendapatkan persetujuan pekerjaan tahun jamak (multi years contract) dan Pendapat Teknis Pembangunan Gedung Negara (Gedung DPR RI) Lebih dari 8 Lantai, yang pelaksanaannya dengan multi years contract.
  • Dalam pelaksanaannya, yang menggunakan Multi Years dengan Fast Track lebih cepat dibandingkan dengan dengan Multi Years Sistem Konvensional.
  • Persetujuan pelaksanaan kegiatan pembangunan lebih dari satu tahun anggaran (multi years project) dari Menteri Keuangan, untuk pelaksanaan selanjutnya agar mengikuti ketentuan yang berlaku dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

3 Sumber dana:

Mempertimbangkan masukan dari Kementerian PU, terkait efisiensi biaya pembangunan, dengan luas total ± 156.586.26 m², maka rincian biaya adalah sebagai berikut :

  • Biaya Konstruksi Fisik                   Rp. 1.125.074.721.000,-
  • Biaya Konsultan Perencana           Rp.      19.126.270.257,-
  • Biaya Konsultan MK                       Rp.      16.876.120.815,-
  • Biaya Pengelolaan Kegiatan           Rp.        1.125.074.721,-_____+

    Total Kebutuhan Biaya          Rp. 1.162.202.186.793,- (terbilang : Satu trilyun seratus enam puluh dua milyar dua ratus dua juta seratus delapan puluh enam ribu tujuh ratus sembilan puluh tiga rupiah.)

    Biaya tersebut diluar dari biaya IT, Security System dan Furniture/mebelair;

  • APBN 2010 sebesar Rp. 50 Miliar
  • APBN 2011 Sebesar Rp. 800 Miliar
  • APBN 2012 sisanya

Menurutku: lebih baik bangun dan benahi dulu fasilitas untuk PENDIDIKAN, TRANSPORTASI DAN KESEHATAN. Uang rakyat tersedot untuk faslitas yang belum sangat diperlukan.

Menurut kamu…??

Sumber, disini (diakses pada tanggal 02 September 2010, pukul 9.00-951 AM) dan Koran harian Manado Post No: 7075 (halman 1 dan 11)

Tentang zuckh

Suka hal yang baru, lebih dan panas.
Pos ini dipublikasikan di HMJS FT UNSRAT, Manado, Motivasi, Pengalaman, Rab dan Proyek, Sharing Knowledge, Teknik Sipil dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Gedung Baru DPR RI

  1. bolehngeblog berkata:

    Kalau menurut saya, jika pembangunan gedung DPR itu lebih efektif untuk menampung aspirasi rakyat, kenapa tidak? itu harus kita dukung sepenuhnya, dibandingkan rencana rumah aspirasi yang jauh tidak efektif..Masalahnya adalah bila dengan gedung baru dan fasilitas mewah tersebut kinerja anggota DPR masih kayak “anak kecil” yang sering tidak masuk kerja, itulah yang harus kita tolak..

    salam,
    Bolehngeblog

    • zuckh berkata:

      Tapi mas, selama ini kan kita juga mengetahui bahwa masih banyak sebenarnya hal-hal yang lebih penting dilakukan ketimbang membuat gedung baru DPR RI. Sayangkan uang rakyatnya. Lebih baik untuk pembangunan sekolah dan fasilitasnya, kesehatan dan fasilitasnya, dll deh.
      Tapi makasih yah atas komentarnya….

  2. bagusnya tu yang gambar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s