Sidang Pleno 1 GMKI Manado, sebuah catatan kaki


Syalom dan Ut Omnes Unum Sint…!

Selalu ada saja maksud dibaik peristiwa yang dialami. Awalnya mungkin kita sempat marah dan bertanya – tanya dalam hati, “Kenapa sih harus begini…?”. Tapi itulah warna kehidupan. Dan manusia hanya dapat bersabar dan menjalani semuanya….

Di akhir bulan Januari 2009 ini aku punya 2 agenda penting. Yang pertama adalah Ujian Sidang Sarjana (S1) dan yang kedua adalah Sidang Pleno 1 BPC GMKI Manado 2009. Dan tentu saja, aku harus mendahulukan Ujian Sidang Sarjana (S1) ku ketimbang mengikuti Sidang Pleno 1 BPC GMKI Manado 2009. Dan bila aku harus menjalani secara berurutan kedua agenda tersebut, mungkin aku tidak akan fokus dalam persiapan bahkan dalam menghadiri Sidang Pleno 1 BPC GMKI. Namun kenyataan berkata lain……

…… Satu Minggu lalu, setelah aku menyelesaikan perbaikan Konsep Skripsi dan berharap akan mengadakan Ujian Sidang Sarjana (S1) pada akhir bulan Januari 2009, salah satu Dosen Pembimbing skripsiku dan sekaligus ketua Tim Penguji Ujian Sidang Sarjana (S1) berangkat ke luar kota. Padahal aku telah bersusah payah untuk kejar tayang. Namun di lain pihak, diriku yang dipercayakan menjadi Sekretaris Fungsional Aksi dan Mitra Pelayanan BPC GMKI Manado periode 2008 – 2010, malahan mendapatkan pengalaman baru dalam ber – GMKI. Sungguh menyenangkan………

Beberapa pengalaman yang kudapati selama persiapan hingga penutupan Sidang Pleno 1 BPC GMKI Manado 2009

  • Persiapan Sidang Pleno 1 BPC GMKI Manado 2009
  1. Dipercayakan membuat backdrop

    Karena Sidang Pleno 1 BPC GMKI Manado 2009 merupakan hal yang baru buat diriku dan karena tidak mendapat penjelasan lebih detail dengan materi tulisan apa yang akan tercantum dalam backdrop. Aku mencatumkan kata “RAPAT” dalam backdrop. Yang seharusnya adalah “SIDANG”

  1. Dipercayakan membawa 2 buah mic

    Yang ada hanya 1 buah mic (kupinjam dari teman kampusku). Untung saja, temanku (anggota GMKI Manado) yang lain bersedia membawa 1 buah mic lagi. Sehingga diriku tidak keteteran”

  2. Mengajak anggota komisariat Inersia

    Ini yang menjadi permasalahan paling berat karena waktu. Di komisariatku (Inersia – Teknik), sementara berlansung Ujian Akhir Semester. Yang parah sih bukan ujiannya, tapi penyelesaian tugas besarnya. Dan karena permasalahan penyelesaian tugas besar inilah, maka anggota komisariat bahkan sampe pengurus komisariat pada absen…

  3. Waktu ngaret….

    Mungkin udah menjadi kebiasaan buruk dan susah untuk dihilangkan. Jadwal berkumpul sebenarnya jam 7.30 pagi, berangkat dari Student Center menuju ke lokasi kegiatan (Villanya Senior Sualang/ WaGub Manado, Desa Leilem) jam 9.00 pagi, kenyataanya malah berangkat jam 10.30 pagi

    Bahkan sampe beberapa agenda Sidang Pleno 1 ngaret dari waktu yang dijadwalkan.

  4. Jaket + Selimut + Syall itu penting




  • Acara Sidang Pleno 1 BPC GMKI Manado 2009
  1. Persiapan bahan/ materi hasil KONPERCAB

    Ini merupakan suatu hal yang boleh dikatakan penting. Ada satu bahan/materi Sidang Pleno 1 yang tidak tersiapkan, yakni hasil keputusan KONPERCAB GMKI Manado (tahun 2008). Alhasil banyak peserta sidang yang kebingungan dan hanya bermodalkan ingatan

  2. Pemahaman tentang PU-KUO (Program Umum – Kebijakan Umum Organisasi)

    Jujur saja, aku sendiri memang belum terlalu paham akan PU-KUO itu sendiri, sehingga banyak program kerja utama yang hamper kelupaan untuk dimasukan dalam Sidang Pleno 1. Tapi berkat arahan Kabid Organisasi, hal itu bisa teratasi sebagian

  3. Pokok – pokok pikiran

    Adapun pokok – pokok pikiran dari tiap – tiap Kabid sebaiknya diperbanyak dan diberikan kepada peserta Sidang Pleno 1, untuk dipelajari guna pengusulan program kerja.

  4. Motivasi dan Sharing dengan Senior – Senior GMKI Manado

    Pemberian semangat berpikir kritis dari senior memang sangat bermanfaat. Namun permasalahan waktu dan durasi dalam memberikan motivasi dan sharing juga perlu diperhatikan. Akibatnya, beberapa agenda yang telah dijadwalkan waktunya menjadi molor.

  5. Persoalan kecil menjadi permasalahan

    Inilah gunanya bermusyawarah. Jika tidak memperhatikan dengan detail, maka akan menjadi permasalahan yang besar. Namun ada juga permasalahan yang seharusnya diangkat untuk dibahas, ditutupi dengan bahasa politik/hukum dan penjelasannya yang sangat hebat, layaknya “cuci otak”

  6. Demi menghemat waktu

    Jujur saja aku setuju dengan hal ini, karena bila terlalu lama dan bertele – tele maka akan terbentur dengan persoalan biaya dan kepercayaan, sesuai yang kupelajari pada mata kuliah Administrasi kontrak dan Perencanaan Anggaran Biaya Proyek. Namun bukan berarti harus membiarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan ideologi GMKI dibiarkan begitu saja.

  7. Proses Pemilihan Umum

    Tahun 2009 dan 2010, merupakan tahun Pemilihan Umum bagi Bangsa Indonesia. Dan dengan tegas GMKI bersifat netral. Oleh karena itu, dalam Sidang Pleno 1 ini, dibuat suatu pernyataan sikap yang berisi “Seluruh Fungsionaris dan Seluruh Pengurus Komisariat GMKI Manado Tidak Boleh Terlibat Secara Lansung Dalam Proses Pemilihan Umum”







Selain catatan kecil tentang kegiatan Sidang Pleno 1 BPC GMKI Manado 2009, ada beberapa hal menarik yang kutemui di Desa Leilem. Karena latar belakang ilmuku adalah Teknik Sipil, maka yang menarik perhatianku adalah seputar Teknik Sipil saja. Misalnya :

  1. Bangunan Ibadah Nan Megah

    Inilah yang menjadi kebanggan bagi warga Minahasa dan sekitarnya. Yakni kepercayaan Kristiani yang majemuk. Selain disebut sebagai Tanah yang dijanjikan oleh Tuhan Allah, Tanah Minahasa juga tetap menjaga existensi perdamaian warga yang multicultural. Jadi bukan hal mengherangkan bila Bangunan Megah sebai tempat ibadah selalu berdiri kokoh. Bukan cuma 1 tempat ibadah dalam 1 desa, namun 3 tempat ibadah sekaligus dalam 1 desa. Dan karena itu jugalah, Tanah Minahasa, dalam hal ini di wakili oleh Desa Leilem dipercayakan menjadi tuan rumah dalam Konfrensi Gereja Internasional beberapa tahun yang lalu.


  1. Sumber Daya Alam Kayu dan Kreatifitas Manusianya

    Sumber daya kayu yang melimpah, menjadikan Desa Leilem dikenal sebagai pusat pengrajin kayu di Minahasa. Mulai dari perabotan rumah tangga maupun ibadah, prasarana angkutan tradisional, hingga kebutuhan struktur bangunan. Mungkin dikarenakan banyaknya sumber belerang dan gas bumi di daerah Desa Leilem, menyebabkan hampir seluruh rumah warga terbuat dari struktur kayu. Karena, bila di buat dari struktur beton bertulang, mungkin warga sekitar akan kesulitan dalam mumbuatnya. Karena diperlukan keahlian dan perhitungan tersendiri untuk membuat bangunan rumah tinggal dari struktur beton bertulang yang tahan terhadap pengaruh belerang.





Iklan

Tentang zuckh

Suka hal yang baru, lebih dan panas.
Pos ini dipublikasikan di GMKI, Pengalaman, Sharing Knowledge. Tandai permalink.

2 Balasan ke Sidang Pleno 1 GMKI Manado, sebuah catatan kaki

  1. amongilala berkata:

    Mantap2…mar qta pe foto2 nda ada le will

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s