RAB Proyek Tengkiu…


Dulu aku paling sebal dengan beberapa mata kuliah manajemen di teknik sipil. Coba deh kita pikir, banyak kan orang yang berkecimpung dalam bisnis / pekerjaan konstruksi sipil dengan latar belakan non teknik sipil (minimal SMK Bangunan). Kesannya mata kuliah ini gampang dan tidak perlu keahlian khusus dalam analisanya. Yah karena alasan inilah aku menghindari minat studi management.

Tapi sumpah,….ternyata pemikiranku itu salah besar. Ternyata untuk merencakan anggaran suatu pekerjaan tidak semudah yang kita bayangkan. Butuh keahlian tersendiri dan pengalaman yang matang agar mendapatkan harga satuan pekerjaan yang efisien namun menguntungkan pemilik pekerjaan dan pemborong pekerjaan. Bingung kan…? Kayak gini maksudnya….

Ambil contoh pekerjaan cor beton dengan mutu K-175, hal yang wajib kita perhitungakan per satuan volumenya (1m3) :

  1. Biaya material utama (pasir beton + kerikil beton + semen)

  2. Biaya pembesian (tulangan utama tarik dan tekan + beugel)

  3. Biaya pembuatan papan cetak (begisting)

  4. Biaya pembuatan perancah (bamboo/kayu/scaffolding)

  5. Biaya pembongkaran papan cetak + perancah

  6. Biaya tukang + kepala tukang

  7. Biaya pekerja + mandor

  8. Biaya peralatan kerja (konvensional/ alat berat)

  9. Penyusutan

  10. Keuntungan

Ribet kan…? Dan umumnya orang awam ( dan mahasiswa teknik sipil) akan pusing kalo disuruh membuat RAB dengan memperhitungkan 10 faktor diatas. Karena kita nggak boleh sembarangan menentukan besarnya harga satuan tiap pekerjaan. Kalo kemurahan ntar bisa rugi, kalo kemahalan malah kecolongan orang lain. Yah ujungnya rugi. Udah buang tenaga, waktu dan pikiran, eh malah nggak dapat proyek…..

Rahasia di balik membuat analisis RAB adalah pemakaian koefisien atau index satuan. Ada yang masih konvensional dengan metode lama (analisis BOW), standar nasional Indonesia (SNI), menggunakan peralatan modern (standar fabrikasi) dan yang dimodifikasi. “Dan tiap proyek kadang – kadang bisa beda – beda hasil harga satuannya”. Mengenai metode analisis, penggunaanya dan perbedaanya itulah yang dipelajari di bangku kuliah teknik sipil.

Nah, karena masih hijau dalam dunia RAB, sebaiknya pekerjaan yang kita terima musti skala yang kecil dan tidak terlalu kompleks. Karena bisa ribet kalo yang udah skala besar dan memakan banyak waktu dan makan hati. Yah, mungkin bisa aja kita terima pekerjaan dengan upah makan siang atau ongkos rokok. Kalo aku nyebutnya Proyek Tengkiu (thank you). Jadi dari proyek tengkiu ini kita bisa mendapatkan banyak latihan sebelum menuju dunia professional. Nggak ada ruginyakan kalo kita terima proyek tengkiu….?

Jepret – jepret proyek tengkiu….

Tentang zuckh

Suka hal yang baru, lebih dan panas.
Pos ini dipublikasikan di CO2 and friend's, Pengalaman, Sharing Knowledge. Tandai permalink.

7 Balasan ke RAB Proyek Tengkiu…

  1. monyong berkata:

    “banyak kan orang yang berkecimpung dalam bisnis / pekerjaan konstruksi sipil dengan latar belakan non teknik sipil (minimal SMK Bangunan)”

    lu pikir anak smk bangunan kaga punya otak..ente aja yg bego di suruh kerja bayarannya rokok

    • zuckh berkata:

      wakakakaka…………

      Waduh, saya tidak menuduh “anak smk bangunan kaga punya otak” lho…. SMK bangunan juga berlatar belakan teknik sipil lho. Jenjang pendidikan ini sebenarnya batu pondasi kita untuk masuk pendidikan tinggi teknik sipil. Terlebih mereka lebih “hebat” ketimbang lulusan SMU di perguran tinggi Teknik Sipil. Aku punya banyak teman di kampus dengan latar belakan pendidikan SMK Bangunan dan Gambar. Mereka lebih “ahli” lho ketimbang aku yang notabene lulusan SMU.

      Awalnya sih aku kerasa jadi orang bego sewaktu nyusun RAB dengan bayaran “uang rokok”, tapi kenyataanya aku malah dapat bonus lebih dari owner, selain di traktir makan, biaya pulsa plus biaya perjalanan. Kalo aku rupiahkan mungkin setara dengan (kurang lebih) 500rb rupiah, lumayan kan proyek tengkiu ini???

      Selain itu, aku juga dapat membangun relasi atas kinerja pekerjaan yang aku lakukan. Dikenalkan ke banyak orang dan sering mendapatkan tawaran.

      bukan artinya kita mengerjakan “proyek tengkiu itu” adalah bagian dari orang “bego”, melainkan disinilah langkah awal kita untuk terjun dalam dunia profesional. Kita harus mempersiapkan mental dan terus melatih skill kita sendiri.

      Ok????

      • yadin berkata:

        Numpang baca gan…kebetulan sy jadi panitia pengadaan. lagi ngerjain proyek sipil, tp minim pengetahuan ttg bangunan sipil, coz dulu kuliahnya teknik mesin.

        Klo soal lulusan SMK, pengalaman saya waktu kuliah anak2 yg lulusan SMK semuanya DO (angkatanku), kebanyakan gak bisa mengikuti mata kuliah dasar seperti fisika dasar, kalkulus dan semacamnya. Tp klo urusan Praktikum, mereka (lulusan SMK) bisa diandalkan, tp cuman satu Lab. aja (Lab. teknologi mekanik, yg isinya mesin bubut dan semacamnya). Selebihnya Lab.Mekflu, MOtor bakar, Getaran Mekanik dll, sama2 belajar dari nol.

        Tp itu gak brarti anak SMU lebih pinter, coz banyak juga anak SMU yg DO. Yang penting akur aja, rejeki gak kemana kok.

  2. acmanK berkata:

    minta dong contoh kasusnya

    • zuckh berkata:

      Contoh kasus dari “proyek tengkiu” ya?? Waduh, untuk file2 analisa harga satuannya, sekarang aku nggak bawa (maklum sekarang aku jauh merantau)

      Tapi untuk membantu, ntar aku upload hasil pekerjaan untuk analisa harga satuan yang sudah kukerjakan semenjak aku mulai bekerja secara pro.

      Kalo ingin cepat, kamu masuk ya di halaman arcieve ku. Atau, cari saja di paman google, SNI. filenya excel. disitu lumayan lengkap, tapi hanya untuk referensi, karena harus di cocokan lagi di lapangan. Bila ingin cari daftar harga satuan standar SNInya, kamu masuk ke website SNI.

      Semoga membantu

  3. ozan berkata:

    maunya nanya ne…

    mas zukch punya contoh RAB gak..???
    saya dah nyari tapi ada yang gak mau ngasi, sebenarnyaRAb itu sebagai contoh untuk tugas kuliah, klo dari buku2 yg terkadang ribet jg liatnya..
    f_azmi_r@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s