Menuju Dunia Profesional


Suatu hal yang sangat menyenangkan dan menegangkan, bila apa yang telah kita pelajari dan tekuni hampir selama 5/6 – 7 tahun akhirnya berguna buat banyak orang. Khususnya, kita sendiri dihargai atas jasa yang kita berikan, bisa berupa penghargaan, tanda jasa maupun materi.

Sarjana Teknik – Sipil (ST), merupakan gelar yang susah untuk di raih dan di sandangkan dengan nama yang menjadi identitas dan kebanggaan kita itu. Betapa susahnya untuk mendapatkan gelar itu, hingga banyak calon mahasiswa dan mahasiwa berusaha melarikan diri dari Fakultas Teknik. Mungkin mereka memiliki alasan tersendiri dan kita juga wajib menghargai keputusan mereka.

Sesuai pengalaman yang kudapat (background ilmuku adalah Teknik Sipil), bahwa masyarakat awam di Manado dan sekitarnya, masih memandang sebelah mata akan kehebatan seorang ST Sipil. Mereka beranggapan bahwa ilmu yang di pelajari di bangku kuliah dengan waktu yang cukup lama itu ternyata setara dengan kehalian tukang bangunan. Jadi dari pada mereka menyewa jasa ST Sipil, lebih baik mereka menyewa jasa tukang bangunan, yang tentunya jauh lebih murah dan menghemat pengeluaran mereka.


Pemikiran masyarakat tersebut tidaklah 100% salah. Namun itu malah membuktikan bahwa lulusan ST Sipil di daerah Manado dan sekitarnya belum mampu memberikan kontribusi yang besar manfaatnya bagi masyarakat sipil. Dan inilah yang menjadi tantangan terberat bagi para lulusan ST Sipil tahun 2008 periode wisuda Desember.


Berbeda dengan tukang bangunan yang mengutamakan pengalaman kerja dan mengabaikan permasalahan waktu selesai pekerjaan dan biaya yang jelas, ST Sipil, dituntut harus membuat suatu planning dan realisasi pekerjaan yang berkesinambungan sehingga melahirkan bangunan sipil yang efisien, efektif dan aman-nyaman.”

Dari segi Efisien, seorang/sekelompok ST Sipil harus mampu membuat suatu analisis anggaran biaya yang hemat dan mengkoordinir semua pekerjaan yang berkesinambungan.

Dari segi Efektif, seorang/sekelompk ST Sipil harus mampu men-design dan meng-re-design suatu bagian pekerjaan, sehingga tidak boros namun menunjang faktor keamanan suatu bagian pekerjaan.

Dari segi Keamanan dan Kenyamanan, seorang/sekelompok ST Sipil, harus mampu bertanggung jawab atas keputusan yang diambil dan berani memberikan jaminan kepada masyarakat sipil. Karena hal ini berkaitan dengan nyawa masyarakat sipil

Resiko atas kegagalan atau salah pengambilan keputusan dari seorang/sekelompok ST Sipil hanya satu, yakni dikenakan sanksi pencabutan sertifikat keahlian dan masuk dalam bui.

Apakah anda siap Menuju Dunia Profesional Teknik Sipil…..?

Tentang zuckh

Suka hal yang baru, lebih dan panas.
Pos ini dipublikasikan di CO2 and friend's. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s