Flexibilitas dan SAP 2000


Sebenarnya sih, dengan bermodal penguasaan materi Analisa Struktur dan Desain, penggunaan software SAP 2000 itu bagi kalangan mahasiswa sih dianggap sah – sah saja. Artinya, mahasiswa tersebut mengerti akan jalannya proses analisis dan desain pada SAP 2000. Seperti yang ditulis oleh Pak Wir, dalam bukunya Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000 khususnya di bab 8 ENGINEERING JUDGEMENT, disini dengan tegas Pak Wir memperingatkan bahwa tak boleh sembarangan menggunakan prog tersebut,karena harus mempunyai latar belakang pengetahuan akan analisis struktur itu sendiri, karena bila terjadi kesalahan dalam proses pemasukan data, maka yang merasakan akibatnya bukan cuma 1 atau 2 orang warga sipil saja.

Kejadian ini ternyata benar, sewaktu mengerjakan tugas Struktur Kayu, aku yang hanya bermodalkan mengerti bahasa inggris, sedikit petunjuk pemakaian oleh salah satu senior yang berbaik hati memberikan dan mengajarkan Prog SAP 2000 7.40, sedikit nekat dan kesombongan (hohohoho… 🙂 ) juga penah membuat kesalahan yang fatal. Aku tidak tahu kalo dalam rangka batang, batang – batang yang berkumpul dalam satu join tidak dapat menahan momen (kalo nggak percaya coba baca ulang materi Analisa Struktur 1 / Mekanika Rekayasa 3), sehingga, join – join tersebut harus di Release Moment 3 nya. Dan beberapa orang teman yang minta tugasnya di olah pake SAP 2000 oleh aku, juga menjadi korban akibat kebodohan aku itu. Untung aja mereka nggak nyadar dan herannya bisa lolos waktu acc tugas….sori fren!!!

Ok, untuk menebus kesalahan yang pernah aku buat dulu, maka sekarang aku mau jelaskan sedikit tentang SAP 2000 dan perbandingan analisnya pake Metode Matrix Flexibilitas. Sebenarnya (sesuai penjelasan Pak Wir), SAP 2000 dalam Formulasi Element Framenya, memakai metode Matrix Kekakuan, sehingga untuk tipe – tipe struktur seperti Portal, Balok dan Rangka Batang Bidang, Portal Ruang, Grid dan Portal Ruang memiliki perbedaan – perbedaan dalam penentuan D.O.F. Jadi nantinya kita harus mendefinisikan tipe analisinya. Metode Kekakuan dan Flexibilitas di dasari oleh adanaya kesepadanan antara Aksi dan Perpindahan.

Banyak yang bilang bahwa hasil analisis pake SAP 2000 dan hitung secara manual pake Matrix Flexibilitas akan mempunyai hasil yang berbeda. Pemahaman ini tentunya salah, karena dalam proses pengerjaan secara manual, kalo pake Metode Kekakuan (seperti SAP 2000) hasil yang pertama kali di dapat adalah Perpindahannya, sedangkan Metode Flexibilitas adalah Reaksi Perletakannya. Jadi ada hubungan yang selaras antara keduanya.

Dalam contoh yang kuberikan, aku mencoba membandingkan hasil analisis secara manual menggunakan metode Matrix Flexibilitas dan perbandingan hasil analisisnya secara numerik menggunakan SAP 2000 (yang dalam hal ini aku menggunakan versi 9.03). Langkah – langkah perhitungan menggunakan metode Matrix Flexibilitas juga aku jelaskan secara sederhana. Prinsip analisis dalam metode Matrix Flexibiltas yang aku kerjakan lebih condong ke metode Consistent Deformation (CD) dan Persamaan 3 Momen. Sedangkan untuk mendapatkan hasil reaksi perletakan, kita dapat menggunakan metode Superposisi.

Bila ingin mempelajarinya silakan donlot disini. Semoga bermanfaat


Iklan

Tentang zuckh

Suka hal yang baru, lebih dan panas.
Pos ini dipublikasikan di Sharing Knowledge. Tandai permalink.

2 Balasan ke Flexibilitas dan SAP 2000

  1. muliyadi berkata:

    Terima kasih atas penjelasanya….saya mau tanya tentang bagai mana menghitung struktur dermaga dengan adanya beban gelombang laut menggunakan sap 2000 v.11…..? mohon penjelasanya…
    terimakasih

  2. zuckh berkata:

    #muliyadi : Maaf ya kelamaan balasnya, mengenai beban gelombang laut, kita dapat mengidealisasikan menjadi beban periodik. Untuk mendefinisikan beban periodik tersebut (saya belum pernah pake yang versi 11) tapi di dalam versi 9.03 untuk mendefinisikan beban peiodik :

    Define > Functions > Time History, dan pilih persamaan fungsinya (cos, sin,. biasanya pilih User Functions

    Add new functions > masukan nilai Time dan Value

    Ntar dalam analisis strukturnya kita harus mendefinisikan nilai Maximum Number of modes (jumlah ragam) dan Type Analyse casenya pilih Time History.

    Kira2 itu garis besar pengerjaanya. Mirip kayak tugas Gempa waktu kuliah. Untuk lebih lanjutnya (soalnya saya sendiri belum begitu mahir)silahkan baca2 buku tentang SAP 2000.

    Semoga, membantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s