Ocep’s Brithday


Ada satu alasan khusus mengapa sebagian orang yang telah menetap, baru pindah bahkan cuma mampir ke tanah Minahasa merasa betah, bangga, bahkan merasa enggan untuk balik ke daerah asalnya. Alasan untuk bertahan hidup menghindari kerusuhan, kelaparan bahkan musibah. Perdamaian dan persaudaran yang kental dalam Bumi Nyiur Melambai ini sangat di jaga dan di hargai oleh penduduk setempat. Dengan meninggalkan status, martabat, agama dan suku, warna perdamaian di tanah Toar – Lumimuut ini terasa kental. Bahkan sikap saling menghargai antar sesamapun terasa hangat dalam setiap insan.

Peristiwa ini terjadi tepat pada hari Minggu tanggal 24 Agustus 2008. Bulan yang menjadi saksi akan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, juga menjadi saksi akan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai ucapan syukur atas kemerdekaan yang telah diberikan sang Gusti kepada pemeluknya di negri Khatulistiwa ini, semua penduduk dari tanah Minahasa ini juga merayakannya. Perayaan “Pengucapan” yang biasa di adakan 1 tahun sekali oleh tiap – tiap wilayah administrasi yang ada di Sulawesi Utara ini memberikan suasana kemeriahan tersendiri bagi penduduk Tondano dan sekitarnya. Perayaan Pengucapan, merupakan sebuah bentuk ucapan syukur atas hasil panen yang melimpah, penghasilan yang meningkat, kesejahteraan masyarakat yang terjaga serta perdamaian yang terus terpelihara. Kesemuanya itu juga merupakan pemberian Sang Maha Khalik, pemilik alam semesta. Sehingga melalui kesepakatan dari Tonaas – tonaas tanah Minahasa ini di perlukan suatu bulan, minggu dan hari khusus untuk merenungkan, dan merayakan kebesaran Pemberi Khimad. Di zaman yang serba demokratis dan modern ini, pemerintah sebagai perpanjangan tangan dari TYME juga mengeluarkan suatu keputusan mengenai perayaan pengucapan ini.

Dan karena tepat pada tanggal itupulah, wilayah Tondano dan sekitarnya mendapatkan giliran untuk menjadi tuan rumah perhelatan hari “Pengucapan”. Sehingga hampir semua penduduk di wilayah tersebut mengundang (bahkan mengajak dengan paksa) sanak keluarga, sahabat, teman, musuh, tetangga, sampe orang yang tidak di kenal untuk menikmati suguhan makanan, minuman dan acara yang telah disediakan oleh tuan rumah. Dan tidak heran bila tingkat kepadatan di wilayah Tondano dan sekitarnya menjadi 10x lipat dari biasanya. Hampir semua penduduk yang tersebar di tiap wilayah – wilayah administrasi di SULUT menuju ke Tondano dan sekitarnya untuk memuji kebesaran TYME. Hebatkan…..? 😀

Namun, yang menjadi permasalahan utamanya bukanlah cerita gue yang di atas. Yah, gitu deh, karena gue aneh, jadinya penulisan cerita gue ikutan aneh deh, hohohohohoh……. 😀

Temanya sih masih hari “Pengucapan”, namun yang mengalaminya adalah salah satu koleksi teman baek gue, yakni Joseph Parera, atau yang biasa di kenal di lingkungan kampus dan sekitarnya “Ocep”. Kali ini beliau akan menjadi tokoh utama dari tulisan gue ini. Sedangkan gue, bersama crew CO’2 laenya menjadi pemeran figuran, hohohohohoho (penulis aneh) 😀

Ok, tepat pada hari Minggu ,24 Agustus 2008, beliau akhirnya tersenyum lega sekaligus merasa kuatir. Kenapa dapat tersenyum lega? Coba deh, lo bayangkan kalo “Ocep”, ultahnya tepat saat – saat hari perkuliahan yang resmi (Senin, Selasa, Rabu, … Jumat), palingan dia bakalan menjadi “TO” / Target Operasi dari ketidakmanusiaan teman – temanya, mulai dari adegan pelecehan (melemparkan sesuatu yang berbahaya, aer ujan, kencing, telur busuk, lumpur, semen, kondom, uang, botol, kapur bahkan kalo bisa bangku kuliah juga boleh) sampe adegan yang menuntut HAM-Hak Anak Mahasiswa/i (memaksa untuk di traktir, nonton, sampe bayar SPP). Menurut lo pada, bisa nggak si “Ocep” tersenyum lega…? Kagak kan…? Terus menurut lho mengapa “Ocep” harus merasa kuatir…? Ya ialah, semenjak adanya kebiasaan menetapkan sebuah tanggal lahir (gue juga nggak tahu siapa yang menetapkan ide jenius itu), yang berultah tersebut pastilah bakal lebih tua. Semakin jauh meninggalkan kebiasaan – kebiasaan konyol yang layak di lakukan anak kecil. Dari semakin kuatir akan umur yang terus bertambah sampe kekuatiran yang berlebihan akan waktu yang layak untuk mempunyai keturunan. Bikinnya sih enak – enak aja, tapi tanggungjawab buat menjaganya itu yang berat. Ya nggak,…. (kok gue jagi ngeres yah..? 😀 )

Tapi, yang namanya CO’2 pasti tidak akan lupa akan kesedihan dan kebahagian temanya sendiri. Buktinya, gue (padahal gue tahunya dari “Olan” yang mengganggu kesenangan gue saat tidur siang), “Olan” (gue nggak tahu ni anak dapat cium bau makanan gratis dari mana), “Mochi” (nah, kalo dia sih gue yakin emang dia ingat),“Achul” (gue salut juga untuk bocah yang satu ini, walau penakut tapi bisa juga nggak pake teriak – teriak waktu lewati utan – utan yang gelap gulita), “Arge” (gue nggak jamin 100% ni anak yang ingat ato pada dasarnya emang kelaparan), “Hasan” (gue juga bingung, kok bisa lo nongol..?), “‘Ei” (gue rasa pengorbanan ni anak cukup besar demi ikan bakar) dan “Atna” (nah lho, muncul dari mana lo bos..?) hadir untuk menjadi saksi akan kemurahan yang Maha Kuasa atas ditambahkannya satu umur lagi buat “Ocep”

Sedangkan buat crew CO’2 yang lainnya, yang nggak sempat datang ato yang udah lupa akan keberadaannya, tenang aja guy’s, “Ocep” Bakalan buat Follow Up. Jadi buruan tagih kalo ketemu “Ocep” dalam waktu dekat ini. Jangan sampe momentumnya habis fren, orang bilang udah kadaluarsa nantinya, hehehe…. 😀

Tema acaranya sih simple, kekeluargaan. Saling berbagi pengalaman, cerita – cerita duka maupun suka. Senda gurau dan cercaan hal yang wajar demi terwujudnya konsep kekeluargaan yang utuh. Namun kasih dan perhatian yang mendalam menjadi kunci kesuksesan dalam keutuhan keluarga. Dan itu semua terkemas dari awal acara sampe mo pulang. Masalah harga makanan yang makin gila juga bisa di atasi, nggak ada nasi, singkong kukus pun kami lahap. Harga daging yang tak bersahabat lagi, ikan bakarpun sangat lezat untuk di makan. Capcae yang mulai mahal, kangkung cah pun menjadi rebutan dan walupun cabe rawit makin mahal- ya tetap musti ada dong cabe rawitnya, hehehehe… 😀

Ritual – ritual dalam penyiapan menu utama juga musti di lakukan, mulai dari persiapan bumbu – bumbu, pembersihan ikan (gue kagak tahu ikan jenis apa, tapi pokoknya rasanya maknyos…! 😀 ), pengupasan singkong, sayur sampe persiapan pengolahan tempurung kelapa jadi arang. Semua yang hadir dalam perhelatan ini, keroyokan dari persiapan sampe mencicipi. Maklum, laper men… 😀

Kronologisnya kayak gini

20.00 waktu HP gue; Gue dan Olan nyampe di kediaman Ocep. Herannya Mochi udah nongol duluan (gue heran, ni anak lewat mana ya..? terbang kali)

20.30 waktu HP gue; Gue jemput Achul, terus beli tempurung kelapa bersama amunisi. Sedangkan Ocep dipercayakan sebagai pengarah teknis, Olan yang membelah ikan dan mengkremasinya dengan garam beserta jeruk nipis (lemon ikang, gue bingung bahasa indonesianya coy), sedangkan Mochi dengan santai menyulap bumbu – bumbu makanan sampe mengupas nenas (nah lho, apa hubungannya ya..?)


21.00 waktu HP gue; Proses persiapan pembakaran ikan. Di awali dengan perdebatan singkat untuk mengetahui posisi yang sesuai untuk proses pembakaran ikan menurut primbon, fengshui sampe ilmu geofisika dan penyabutan undian (hom-pim-pa) untuk memutuskan teori mana yang dipake agar api bisa nyala di tempurung kelapa hanya dengan satu batang korek api (gila kan… :-D)

21.15 waktu HP gue; Pembakaran ikan di mulai, diawali dengan mengucapkan mantra – mantra penolak hujan sampe mantra – mantra pengusir iblis yang hobi mencuil ikan. Sementara adegan pengolesan bumbu (minyak kelapa + garam + bawang putih + senyum), Arge dan Hasan muncul. Satu kalimat dan tindakan mengawali pertemuan yang mengaharukan “Selamat Ultah, Cep”. Trus, dengan bijaksana Hasan mengambil bagian terpenting dalam proses pembakaran, sedangkan Arge dengan tangkas memasak sayur kangkung cah


21.30 waktu HP gue; Singkong kukus telah masak dan siap di sikat, pertanyaanya kapan dan siapakah yang masak…? (Gue bingung kok ni barang bisa muncul sendiri yah..?), ikan bakar ronde I telah siap olah dan siap saji. Ikan bakar ronde II masuk arena, anak – anak laen berkumpul rapat di teras bersama Arge yang sementara maen gitar di iringi lagu – lagu “The Cahangcuters” di acara “Symphoni Cinta”. (Lalu apa hubungannya dengan Arge yang maen gitar…? Aneh!)

22.00 waktu HP gue; Sayur kangkung cah telah tersaji, ikan ronde II juga telah masak. Anak – anak berdoa (dalam hati – egois yah…?), dan mulai makan dengan nafsu kelaparan. Sedangkan ikan ronde III telah masuk arena.

22.30 waktu HP gue; Ikan ronde III telah masak, dank arena masih belum puas, hamper seluruh anak – anak laen mengerayangi si ikan yang tak berdosa, sementara melakukan hal yang tak terpuji ‘Ei dan Atna datang. Duduk, bercerita sedikit, namun makannya yang banyak, hohohohohoho… 😀 . Ikan ronde ke IV pun masuk arena, namun kali ini yang mengolah ‘Ei dan Hasan


23.00 waktu HP gue; Sharing pengalaman, yang nggak jelas, cerita – cerita lucu dengan tema “Om Buk” oleh Atna yang kalah ganti ama “Arge”. Achul dan Mochi pamitan dengan alasan yang lebih nggak jelas, hehehehe… 😀

01.30 waktu HP gue; Bubar, pulang ke rumah masing – masing. Setelah sedikit beres – beres. Olan dengan senang hati ngantar gue, yang terlantar ini. Hidup olan…. 😀

Jadi gitu deh kronologis perhelatan Ultahnya Ocep. Rame kan…? Sebenarnya sih belum pada yang mau pulang, tapi mengingat bessok merupakan awal dari musim bercinta (BisMaBa angkatan 2008), jadinya kita – kita buruan pulang untuk mempersiapkan perangkap yang paling gombal, hahahahaha. Nyesel deh lo pada yang nggak datang!. Thk’s ne Cep, kami selalu mendukung cita dan cintamu. GBU and Family….. !


Iklan

Tentang zuckh

Suka hal yang baru, lebih dan panas.
Pos ini dipublikasikan di CO2 and friend's. Tandai permalink.

2 Balasan ke Ocep’s Brithday

  1. moniq berkata:

    hahahahahaha…..

    D A S A R…

    memang pd dasarnya CO2 nda bisa dengar or cium yg namanya makanan…..

  2. withpeacel berkata:

    willyam,! apa kbr iniii.

    nda usahh pake k’ ehh,. basiihhh hehhe 🙂

    mana mo ba komen nehh,. anggplah balas kau punya komen d fs :=)

    mantapp skalii tu pngucapann! ruameee,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s