Civil Inaguration Party 2008 – Civil Seven In One


Mengawali era penyambutan MaBa (Mahasiswa Baru), yang lebih dikenal dengan musim kawin buat senior-senior yang menjomblo dan rada susah menahan sumringah mereka. Dan sudah merupakan tradisi yang sudah turun temurun dari zaman tempoe doloe, sejarah baru tercetak dalam sebuah lembar blue print anak Sipil FATEK UNSRAT. Usaha keras yang berusaha memisahkan konsep antara teman dan nafsu. Bahkan bisa juga sebuah ambisi sederhana sang juara yang takluk dalam sebuah medan GeNoRoSo. Tertuang dalam satu kemasan berlabel Inagurasi Sipil, atas kerja keras sebagian kecil dari angkatan perang unit komando tahun 2007….. :-p

Mengenai acara inagurasi, yang merupakan sebuah bentuk rangkaian acara sebagai simbolisasi ucapan “Terima Kasih” dari adik tingkat (junior) kepada kakak tingkat (senior) atas pengenalan di lingkungan baru mereka, “Pengenalan” non formal antara pengajar (dosen), staf administrasi, senior dan sesamanya, yang terangkum dengan tema keakraban. Dan pada saat inilah, oleh para pendahulu pengurus HMJS FT UNSRAT, akan mengadakan laporan Tri Wulan Pertama. Maka dari itu, jangka waktu yang di berikan pengurus HMJS FT UNSRAT kepada panitia paling lambat 3 bulan. 😮

Karena tradisi yang telah di pertahankan dari tiap ke pengurusan ke pengurusan selanjutnya terus dipertahankankan, maka HMJS FT UNSRAT selaku organisasi mahasiswa dalam jurusan sipil memiliki 3 agenda tetap, yakni Inagurasi Sipil oleh MaBa (Laporan Tri Wulan Pertama), Civil Expo (Laporan Tri Wulan Kedua) dan Konggres HMJS (Laporan Pertanggung Jawaban Kepengurusan). Dan tradisi yang telah biasa terjadi dan berusaha di pertahankan ini, akhirnya berubah. Bukan pada triwulan pertama, kedua atau ketiga, namun pada periode kepengurusan yang baru terbentuk. Gokil memang, tapi berhasil…!

Mungkin juga karena belum terasa adanya sila ke-3 dalam Pancasila dari pengurus HMJS FT UNSRAT periode sebelumnya, maka agenda tetap tersebut bergeser. Atau bisa juga mereka generasi baru ini memegang teguh prinsip “Perubahan Memang Perlu”, layaknya sebuah brand dari salah satu perusahaan “#$%^&^%@@!”. Tapi mari kita ambil sisi positifnya :

Moto Sarjana Teknik Sipil : “Hanya Teknik Sipil yang Mampu Membuat Keajaiban Dunia”

Walaupun susah dan harus ada pengorbanan, dari tangan – tangan kecil mereka sebuah ide yang garing, gokil dan rada sableng tertuang dalam secarik kertas. Saking kreatifnya, 6 lembar karton A1 menjadi korban kejeniusan mereka. Sadis kan…! But guys, ide itu nggak mentok sampe di karton doang, dengan inisiatif the tim kreatif, seyogya – yogyanya ide – ide tersebut di proses dalam ilmu probabilitas pendanaan. Sekarang giliran sang Bendahara dan Usaha Dana yang pusing, stress, drop, bahkan (menurut gossip yang nggak bisa di percaya) ada yang sempat minum pil jamu “Perkasa” (apa hubungannya ya…?) … B-) Alhasil, Styx Lounge Pool dan Corner Café menjadi saksi bisu kesuksesan acara mereka. Dan ajaibnya, semua angkatan perang Sipil bersatu, berkumpul, berbondong-bondong (ada juga yang sempat – sempat maen “4 daun”), menyulap tempat yang belum bersahabat ini menjadi base camp Civil Community. Saking ajaibnya Sang Juara kita yang hanya bermodalkan “mujur” bisa naik ke panggung dan di kawal ketat oleh tim “Patwal Tato”. Ajaibkan…?

Perdamaian itu indah dan Selingkuh itu nikmat

Sering sih terjadi perseteruan antara sesama saudara, tapi bukan si bungsu namanya kalo nggak bisa meredakan suasana panas. Mungkin karena masih sangat belia, imut dan sedikit amit – amit, dengan kepolosan si bungsu sang ‘bro – ‘bro dari yang awalnya pada pasang muka cemburut jadi ketawa terpingkal – pingkal. Dan ini benar – benar fakta yang terjadi di lapangan. Suasana menegangkan, mendebarkan , suara peluru berterbangan serta suara gemuruh hujan (yang seenaknya muncul) menghantui suasana Kampus Biru FT UNSRAT akhir – akhir ini. Bahkan oleh beberapa angkatan perang Sipil telah memperingatkan status Siaga 3. Di lain pihak, angkatan perang Sipil yang lainya dengan penuh perhitungan yang matang demi sebuah kemenangan bermain kartu bridge dengan serius. Dan dari kesemuanya itu juga terdapat pohon cemara di sebelah kiri dan kanan. Masalahnya hanya satu; permasalahan internal dalam tubuh HMJS, syarat pengontrakan mata kuliah yang tidak bersahabat lagi, kekurangan uang akibat kenaikan BBM akhir akhir ini, serta penyakit komplikasi dari kejombloan yang mulai merabak di dunia senior – senior (orang manado bilang panyaki babi). Tetapi masalahnya bukan hanya sampai disitu, sekarang ada semacam virus yang menyerang laki-laki atau dengan kata lain hombreng… Namun, seperti yang gue sebut sebelumnya si sulung (CO7) dapat meredakan ketegangan tersebut. Jadinya gue (termasuk veteran) yang tadinya nekat akan memboikot acara Inagurasi (karena menurut gue udah kelewat jauh dari agenda tetap HMJS) berubah pikiran. Bukan Cuma gue juga yang sableng, bahkan semua yang mengaku veteran pun akhirnya mendukung dan mensukseskan acara tersebut. Sumpah, gue cs bangga dengan Inagurasi Sipil yang di suguhkan oleh si bungsu CO7 ini. Dan menurut gue itu, mereka sangat pantas di anugerahi “Duta Perdamaian”.

Lahirnya benih – benih persahabatan

Tak dikenal maka tak disayang. Kayaknya pepatah yang sederhana ini bisa teruji keabsahannya. Juju raja, perbedaan umur, karakter, gengsi, kematangan dan ketampanan, mungkin yang menjadi penghambat kenapa si bungsu menjadi minder kepada saudara – saudaranya. Kebanyakan dari kita – kita yang merasa bangga telah cukup sangat lama sekali berkarir dalam perkuliahan di bangku kuliah akan berpikir bahwa si bungsu ini terlalu manja, manis, cantik, ambitu, de el el. Sehingga biasanya si bungsu akan menjauhi atau pura – pura bego dan masa bodo terhadap saudara yang lebih tua dari mereka. Jadi deh jurang pemisah. Padahal sebenarnya saudara tua mereka ini masih merasa muda lho, masih ingin diperhatiin bahkan masih menaruh harapan terhadap belaian sayang dari adik termanis mereka. Namun, di balik kisah suram tersebut selalu ada jalan untuk bisa berjalan dan bergandengan tangan bersama. Lewat kegiatan Inagurasi Sipil tersebut, adik dan kakak, lebih sering sharing pengalaman satu dengan lainnya, udah mulai jalan bareng walau Cuma untuk cari dana, sang adik udah nggak pelit lagi minjamin uangnya (walaupun mereka udah tahu kagak akan balik), bahkan udah mulai curhat – curhat yang di luar tema, via HP. Semua itu di awali dari satu ruang, yakni MaBes HMJS. Dulu ruang HMJS yang sangat imut hanya di sesaki oleh pengurus dan senior – senior lainnya, kini ruang HMJS makin rame dengan kehadiran si bungsu yang imut dan makin di lihat makin amit – amit. Hehehehe….

Tekad Membangun Generasi Muda Teknik Sipil yang Kompetitif

Dari sejarah singkat mengenai awal ide sampe terwujudnya Inagurasi Sipil tersebut, sebenarnya terdapat sebuah tekad untuk bekerja keras demi mewujudkan impian kita. Dan bermodalkan pengalaman itu, pemikiran untuk saling berkompetitif telah lahir. Siapa yang mau berjuang tanpa kata menyerah pasti akan menemukan jalan keluar. Dari sekian banyak CO7 yang ada, hanya sedikit yang dipilih untuk dipercayai menjadi panitia Inagurasi Sipil, dan dari semua panitia tersebut lebih sedikit lagi yang setia, mau berjuang, berkeringat, bersaing dan cinta akan masa depan mereka.

Kenyataan lahir dari keringat cendikiawan sipil, mantan kekasih tersenyum akan sentuhanmu

sebuah kalimat “tidak” mengusir kegelisahan

Iklan

Tentang zuckh

Suka hal yang baru, lebih dan panas.
Pos ini dipublikasikan di HMJS FT UNSRAT. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s