Tanjung Merah Cumi Bakar


Kali ini, cuaca di Kota Manado mulai menunjukan rasa persahabatan deh, dimana cuaca di langit nggak terlalu panas dan juga dari langit tidak meneteskan air hujan untuk membasahi kota Nyiur Melambai ini. Memang cuaca seperti ini cukup memberikan nuansa yang berbeda dari hari – hari sebelumnya. Thank’s GOD…

Mengenai cuaca yang sangat bersahabat inilah, makanya hampir semua mahluk hidup yang ada di kota Manado dan sekitarnya dapat melakukan segala aktifitas mereka. Oh iya, mengenai aktifitas warga kota Manado, keliahatannya, hari ini, banyak banget deh warga Manado yang pergi ke kota Tomohan, secara di sana sementara di adakan sebuah perhelatan berskala internasional, TOF (Tomohon of Flower), yang merupakan ajang pameran bunga yang terbesar lho di skala Asia (menurut gue..), buktinya banyak banget bunga – bunga yang bermekaran dan siap mengahrumkan kota Tomohon, mulai dari bunga hias, bunga taman sampi bunga desa, berjubal siap memamerkan keindahan mereka, hehehehe….

Tapi, sayangnya kali ini fokus gue arahkan ke kota Bitung, mengapa? Karena, tepat pada hari ini salah satu pacar temen baek gue, Qjoth, ulang tahun yang ke……, kok gue lupa ya? Ntar deh gue tanya ulang. Nama nickname nya sih Lia, ato Nia ya? Kok gue lupa lagi…? Tapi kayaknya gue agak demen ama nama Lia, jadi untuk seterusnya dalam tulisan ini, lo gue sebut aja Lia, ne…?. Udah deh, kembali ke masalah utama, kali ini ultahnya di bikin di markas besar opa & oma nya, di kota Bitung, lebih tepatnya di Pantai Tanjung Merah, lebih tepatnya lagi kalo lo pada coba cari deh di Google Earth, secara, jujur gue nggak tahu juga persisnya pantai ini ada dimana,….. kayaknya bego gue kumat deh… JJJ

Jadi rencana untuk berenang dan jalan- jalan ke kota Tomohon di pending dulu, dan kota Bitung deh jadi sasaran untuk melepas lelah, penat, lari dari utang, dan tentunya dong Makan – makan, gratis lagi, thank’s ya Lia…. Trus singkat cerita (gue, agak ribet ceritaain kejadian selama perjalanan ke sana, ya karena ribet aja, hehehhe) sampe deh, Gue (lo pada kenal kan gue..?) Wawan, Epeng dan Qjoth. Keempat mahluk ini bela – belain nongol secepatnya di kota Bitung dengan membawa satu harapan besar, yakni kelaparan, yaikz,… tapi bener lho, para cacing yang udah dari sononya udah mulai memberontak, ngambek, sampe – sampe minta di phk, hahaha…!

Karena hamper semua dari kita – kita ini pada belum pernah nginjakan kaki di Pantai Tanjung Merah, jadi wajar dong setiba di kota Bitung si Qjoth dengan cekatan mengeluarkan sebuah barang elektronik yang cukup canggih untuk meminta petunjuk dari Lia. Alhasil, setelah melewati beberapa perempatan, satu tikungan dan beberapa rumah orang, nyampe deh….

Setiba di sana, kedatangan sang TATO, teman baek gue juga,cukup membuat suasana menjadi lebih aneh dan menyenangkan, Mengapa aneh, karena anak bungsu dari keluarga baek – baek ini yang ngakunya tinggal di kota Bitung malahan datang terlambat, dan menyenangkan karena anak yang nagkunya menguasai seluk beluk pantai ini ternyata belum lihai untuk bergerak bebas di dalam air laut. Trus kok menyenangkan…? Ya ialah, secara target untuk mengusili udah ada, dan jadi deh, kita berlima keroyokan untuk ngusuli dia, hahahaha….!

Tapi sayangnya, situasi pantai ini kayaknya masih kurang cocok deh untuk di jadikan tempat wisata, yah mungkin ini tantangan untuk Pemda setempat untuk merelokasi pantai ini supaya banyak turis lokal dan asing bermunculan. Gue juga berharap buat para investor (yang bertanggung jawab lho, khususnya) dapat mengiventasikan dana segar mereka untuk pantai ini. Hmm, jadi kalo gue boleh gambarkan, kira – kira seperti ini deh :

1. Waktu tempuh dari Manado – Pantai Tanjung Merah kira – kira 1 jam, kalo nggak tersesat… J

2. Jalan akses menuju pantai lumayan bagus… J

3. Pantai dengan pasir warna hitam…. L

4. Ombaknya tenang, nggak cocok buat surfing lho L

5. View dari pesisir pantai : Gunung 2 Bersaudara, Selat Lembeh, Tebing dan Bebatuan… J

6. Di lengkapi fasilitas dermaga kecil

7. Banyak kapal nelayan, dan boleh di sewa untuk putar – putar pantai lho… J

8. Belum tersedia fasilitas penjualan snack dan makanan, serta wc umum … L

9. Banyak rumput laut di dasar air… L

10. Sangat – sangat cocok buat ngedate bareng pacar lo atao nongkrong bareng sohib lo… J


Setelah puas dengan aroma dan panorama pantai, Wawan dan Tato, yang giliran untuk menservice, secara mereka berdua kan secara administrative keluarga bermukim di kota Bitung, dan juga sebagai tuan rumah yang baek, mungkin sudah saatnya segala bentuk benda, yang memiliki nilai nominal sebagai alat tukar menukar di negara tercinta ini sudah ssatnya untuk di keluarkan dari tempat persembunyian mereka, dan setelah muter – muter, nego – nego, dan sampe deh di sebuah sudut, dimana target untuk penindasan demi isi perut yang mulai kosong ini ditemukan. Yup, di atas sebuah tempayan bersih, tergeletak 4 ekor cumi bunga yang udah pasarah untuk di olah, rencananya sih mo bakar ikan, yang mungkin oleh penduduk Manado di beri judul “bobara”, tapi gila, harganya mahal banget, gue aja yang memang nggak tahu menahu soal harga ikan jadi sampe melongo,…. Busyet 50 puluh ribu, dapat 3 ekor, ukuran sedang, spontan aja kan kita semua rada drop dan bergegas meninggalkan tempat itu, dan segera memutar otak, mencari alternative lain, akhirnya ketemu deh Cumi Bunga. Mengenai kenapa di namakan Cumi Bunga, gue, terus terang aja, kagak negerti dan nggak mau beresiko pusing kepala atao kena migran, karena pengen tahu latar belakang nama binatang makanan faforit gue itu, jadi ya …. Gitu deh…JJJ

Pembagian tugas untuk mengolah menu yang lumayan baru bagi kita semua kira – kira kayak gini :

Tato, karena paling banyak ngorbanin bumbu – bumbu di dapur emaknya, plus fasilitas pengolahan dan tempat mandi, kali ini beliau dipercayakan sebagai Head Cheff, tugasnya : olah bumbu – bumbu, masak nasi, bakar tempurung ama beres – beres…!

Wawan, pria yang ukurannya sedang ini di kabarkan sangat akrab dengan Cumi Bunga tersebut, gue kagak tahu ya, kalo dia sempat punya masa lalu yang indah dengan cumi itu, sehingga dialah mungkin yang paling berdosa karena telah menguliti, membelah hingga, Cumi Bunga tersebut siap untuk di bakar, tapi yang paling kejam dari perbuatannya ketika semua Cumi Bunga tersebut di bakar, dia dengan ketawa aja memotong – motong hingga ukuran cumi bunga tersebut masuk pas ke mulut kita semua….Kejam kan.. J

Gue, selaku memiliki pengalaman yang sangat minim dalam mengolah segala bentuk makanan, jadinya gue memutuskan untuk, mengupas segala spesies umbi – umbian (bawang merah dan putih), cabe / rica, tomat, sampe ikut nimbrung dalam proses pembakaran Cumi Bunga tersebut. Oh, iya gue juga lho yang bertanggung jawab atas sebuah excident yang menimpa Epeng, sehingga rona mukanya jadi merah padam, buka baju, lari kesana kemari kayak kucing garong, hingga dari hidungnya nyeces ingus tanpa henti – henti, hahahaha, sori fren, kepedisan ya….?

Qjoth, lelaki tangguh yang ntar lagi jadi tetangga deket gue ini, ambil bagian dalam proses penyalaan api, kipas – kipas, bolak – balikin Cumi Bunga bakar, ngoles – ngolesin bumbu, sampe – sampe lelaki ini rela – relain lho buka baju demi memberikan kesan macho… J O iya lelaki ini, juga masih dalam mode kasmaran yang berlebihan sehingga semua yang di buatnya bertemakan cinta , cinta, ama cinta. Secara, diantara gank gue ini, cuma dia lho yang LDR, yang pastinya pas ketemu ama ceweknya tadi di pante, ni anak yang paling semangat untuk pergi walau jarak dan biaya memisahkan kita, hahaha, salut deh buat lo… J

Epeng, pria yang berdarah asli Minahasa ini, punya andil paling besar diantara semua…???. Yup peranannya sebagai juru rasa, pengawas lapangan, hingga korban kepedisan, membuat dirinya, tidak mampu berbuat apa – apa untuk mengahadapi serangan bertubi – tubi dari kita semua, hahahaha. J Kasian banget deh lho, kita – kita memang sepakat kok untuk ngusili dia, karena ni anak Cuma komentar melulu, mungkin dia masih trauma karena ban motornya tadi bocor, hahahaha…

Oh iya, mengingat rumahnya Epeng paling jauh di antara kita semua, jadinya segala aktifitas yang kita lakukan hanya sampe jam 9 PM, kasian kan epeng, ntar takut lagi pulang rumah sendirian… J

Pokoknya, kesan dari pengalaman Gue bareng CO2 and Friend’s kali ini luar biasa banget, dan cukup untuk menyejukan segala kepenatan dari beban yang hinggap di kepala gue. Iya sih memang 1 hari, tapi gue rasa dan percaya setelah itu, gue siap menghadapi tantangan yang sudah berdiri di depan mata. Dan dari sini pulalah, Gue bersyukur, bisa tinggal di pulau yang kaya akan alam yang indah, SDM yang berkompetensi, hingga sebuah arti dari persahabatan yang muncul kelak jika gue, lo dan kita semua telah mengalami masa – masa susah dan senang…..!

Tentang zuckh

Suka hal yang baru, lebih dan panas.
Pos ini dipublikasikan di CO2 and friend's. Tandai permalink.

3 Balasan ke Tanjung Merah Cumi Bakar

  1. mau tau aja berkata:

    hmmmmmmmmmm………kayaknya enak nih….
    tpi koq gak ada yang cakep yah?? katanya banyak cow cakep d mdo??? apa karena yang plg ancur makanya jomblo?

  2. zuckh berkata:

    Wakakakakaka……….!😮

    Wuiz, jangan salah coba deh lo liatin baek – baek, palingan ntar lagi sakit dah tu mata. hahahaha🙂

    Banyak cowo cakep di Mdo, wah kalo gue nggak t’lalu tahu ya, tapi kalo cewe, suer deh, banyak banget…!😛

    Yang paling ancur maksunya gue? Ok, ok, ok, gue terima, tapi nggak ancur banget khan????

  3. thatoo berkata:

    lumayan…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s