Silsilah Hutabarat dan Ompu Kity Hutabarat: via 4shared, via ziddu
Keterangan :
O. R : Ompung Raja
O : Ompung
Gr : Guru
Ht : Huta (Kampung/ Desa Adat)
Br : Boru (Anak Perempuan)
Tapi nggak menutup kemungkinan bagi yang punya data silsilah di atas lebih lengkap atao lebih bagus, silahkan saja untuk melengkapi, bisa dari komentar atau email lansung ke email gue.
Sedikit penjelasan,………….!
Tarombo Ni SiRaja Batak
Merupakan suatu pemisalan mengenai sebuah pohon (beringin) untuk menggambarkan bagaimana besarnya keturunan tiap Raja Batak. Kebetulan di rumah gue ada “Tarombo Ni SiRaja Batak” yang di lukis dan di susun oleh M. Sianturi. Di situ di gambarkan bahwa asal muasal orang Batak pertama adalah Raja Ihat Manisia, selanjutnya Raja Miokmiok, Sisiak Dibanua, akhirnya Raja Bonang – Bonang. Dari beliau sendiri lahirlah cikal bakal keturunan yang nantinya akan menjadi sub – sub etnis dari suku batak, mereka adalah : Sijau Nias, Mbahar (Sikaro), Si Alas, Ujung Aceh, Si Gayo dan Nagaisori. Mereka berenam juga dijuluki Raja Tantan Debata. Mengenai siapa diantara mereka yang menjadi anak pertama, tidak dijelasin, jadi jangan tanya ke gue, ok?
Siraja Batak
Awal dari lahirnya Raja – Raja Batak dimulai dari Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon. Selanjutnya setelah mereka melakukan pernikahan maka lahirlah penerus – penerus, yang pada saat itu belum adalah marga. Jadi bila tiap – tiap penerus bertemu satu dengan yang lainya, mereka hanya memberikan informasi bahwa mereka adalah keturunan dari Guru Tatea Bulan atau Raja Isumbaon
Lahirnya si Raja Nabarat
Ok, ini adalah bagian terpenting dari halaman ini, jadi musti diperhatikan baik – baik, hehehehe…
Singkatnya, Raja si Nabarat lahir dari keturunan dari Raja Isumbaon. Beliau sendiri memiliki satu orang anak, yakni Tuan Sorimangaraja. Agak memalukan sih untuk mengakuinya, tetapi itulah sejarah bahwa; Tuan Sorimangaraja sendiri memiliki dua orang istri, dari Istri (Ina) yang pertama lahirlah Tuan Sorba Dibanua. Masih mengikuti kisah yang sama, leluhur gue ini juga memiliki dua orang istri (whatz,…? tenang, bro, wajar dong. Soalnya dulu kan belum kenal agama yang seperti sekarang, mungkin juga leluhur gue itu masih mengimani agama suku, dll. Atau bisa juga karena leluhur gue itu ganteng banget…
). Singkat cerita dari Tuan Sorba Dibanua sendiri memiliki 8 orang anak. Raja Sobu, merupakan anak ke enem, dan dari beliaulah lahir Hasibuan. Dan sampe sekarang oleh orang Batak Hasibuan adalah sebuah marga yang cukup besar. Dari Hasibuan sendiri, memiliki empat orang anak, yakni Raja Manjalo, Guru Mangaloksa, Guru Hinoban, Raja Marjalang, dan Raja Maniti. Dari sini ada perbedaan konsep antara ayah dan anak. Ada yang mengatakan Hasibuan adalah anaknya Gr. Mangaloksa, dan lainnya mengatakan Gr. Mangaloksa adalah anaknya Hasibuan. Gue sendiri masih bingung yang mana. Tapi dari catatan yang diberikan Bokap gue, Hasibuan adalah anaknya Raja Mangaloksa. Jadi kalo gue ketemu Hasibuan gue musti panggil Ompung.
Silsilah ini (yang lo pada liat di atas) di buat dari turun temurun, di teruskan sampe ke turunan ke – 17, yakni gue dan saudara – saudara gue yang lain. Kalo di lihat dengan jelas, masih banyak ketidak lengkapan penulisan nama, bukan mau di sengaja namun karena mungkin dulu para ompung – ompung gue yang tidak menuliskan namanya secara lengkap. Wajarkan alasan gue…?
Dari tuturan sejarah diatas, gue secara jujur memang masih bingung dan memang rada “bego” mengenai adat dan istiadat orang Batak. Sangat bervariasi, jadi gue agak takut menjelaskan secara lebih, takutnya dapat menimbulkan kesalhpahaman. Tapi kalo lo pada masih penasaran, coba deh lo baca buku – buku yang membahas tentang adat, istiadat bahkan sejarah orang Batak. Tapi biarpun banyak versi mengenai adat, istiadat dan sejarah, gue merasa tetap bangga kok jadi orang bersuku Batak.
Dan gue juga berpikir bila suku – suku di Indonesia yang sangat beragam, maka beragam pula mengenai adat, istiadat, bahkan sejarah mereka. Artinya karena keaneka ragaman itulah, kita sebagai orang Indonesia berarti memiliki pemikiran akan ke Bhineka Tunggalan yang beragam, konsep Nasionalisme yang beragam dan kemajuan pembangunan yang beragam, namun semuanya di satukan lewat ikatan suci Pancasila dan di atur dalam UUD’45. Jayalah terus Indonesiaku, biarkan Merahmu mengalir dalam darahku dan Putihmu menyertai tiap langkahku























belum tepat betul tetapi seusiamua sdh punya respek terhadap ke-Batakn terutama utk hutabarat maka saya acubgkan jempol utk itu. semoga kau suistainable dalam eksistensimu sebagai org Batak
terima kasih banyak…lae / ito.
Bila berkenan, mungkin lae/ito dapat memberikan penjelasan dimana yang kurang. Aku sendiri juga masih kurang paham, oleh karena itu, mungkin lae/ito dapat menambahkannya.
Maju terus adat batak….