Hutabarat.Ltd

Silsilah Hutabarat dan  Ompu Kity Hutabarat: via 4shared, via ziddu

Keterangan :

O. R : Ompung Raja

O : Ompung

Gr : Guru

Ht : Huta (Kampung/ Desa Adat)

Br : Boru (Anak Perempuan)

Tapi nggak menutup kemungkinan bagi yang punya data silsilah di atas lebih lengkap atao lebih bagus, silahkan saja untuk melengkapi, bisa dari komentar atau email lansung ke email gue.

Sedikit penjelasan,………….!

Tarombo Ni SiRaja Batak

Merupakan suatu pemisalan mengenai sebuah pohon (beringin) untuk menggambarkan bagaimana besarnya keturunan tiap Raja Batak. Kebetulan di rumah gue ada “Tarombo Ni SiRaja Batak” yang di lukis dan di susun oleh M. Sianturi. Di situ di gambarkan bahwa asal muasal orang Batak pertama adalah Raja Ihat Manisia, selanjutnya Raja Miokmiok, Sisiak Dibanua, akhirnya Raja Bonang – Bonang. Dari beliau sendiri lahirlah cikal bakal keturunan yang nantinya akan menjadi sub – sub etnis dari suku batak, mereka adalah : Sijau Nias, Mbahar (Sikaro), Si Alas, Ujung Aceh, Si Gayo dan Nagaisori. Mereka berenam juga dijuluki Raja Tantan Debata. Mengenai siapa diantara mereka yang menjadi anak pertama, tidak dijelasin, jadi jangan tanya ke gue, ok?

Siraja Batak

Awal dari lahirnya Raja – Raja Batak dimulai dari Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon. Selanjutnya setelah mereka melakukan pernikahan maka lahirlah penerus – penerus, yang pada saat itu belum adalah marga. Jadi bila tiap – tiap penerus bertemu satu dengan yang lainya, mereka hanya memberikan informasi bahwa mereka adalah keturunan dari Guru Tatea Bulan atau Raja Isumbaon

Lahirnya si Raja Nabarat

Ok, ini adalah bagian terpenting dari halaman ini, jadi musti diperhatikan baik – baik, hehehehe… :) Singkatnya, Raja si Nabarat lahir dari keturunan dari Raja Isumbaon. Beliau sendiri memiliki satu orang anak, yakni Tuan Sorimangaraja. Agak memalukan sih untuk mengakuinya, tetapi itulah sejarah bahwa; Tuan Sorimangaraja sendiri memiliki dua orang istri, dari Istri (Ina) yang pertama lahirlah Tuan Sorba Dibanua. Masih mengikuti kisah yang sama, leluhur gue ini juga memiliki dua orang istri (whatz,…? tenang, bro, wajar dong. Soalnya dulu kan belum kenal agama yang seperti sekarang, mungkin juga leluhur gue itu masih mengimani agama suku, dll. Atau bisa juga karena leluhur gue itu ganteng banget… :) ). Singkat cerita dari Tuan Sorba Dibanua sendiri memiliki 8 orang anak. Raja Sobu, merupakan anak ke enem, dan dari beliaulah lahir Hasibuan. Dan sampe sekarang oleh orang Batak Hasibuan adalah sebuah marga yang cukup besar. Dari Hasibuan sendiri, memiliki empat orang anak, yakni Raja Manjalo, Guru Mangaloksa, Guru Hinoban, Raja Marjalang, dan Raja Maniti. Dari sini ada perbedaan konsep antara ayah dan anak. Ada yang mengatakan Hasibuan adalah anaknya Gr. Mangaloksa, dan lainnya mengatakan Gr. Mangaloksa adalah anaknya Hasibuan. Gue sendiri masih bingung yang mana. Tapi dari catatan yang diberikan Bokap gue, Hasibuan adalah anaknya Raja Mangaloksa. Jadi kalo gue ketemu Hasibuan gue musti panggil Ompung.

Silsilah ini (yang lo pada liat di atas) di buat dari turun temurun, di teruskan sampe ke turunan ke – 17, yakni gue dan saudara – saudara gue yang lain. Kalo di lihat dengan jelas, masih banyak ketidak lengkapan penulisan nama, bukan mau di sengaja namun karena mungkin dulu para ompung – ompung gue yang tidak menuliskan namanya secara lengkap. Wajarkan alasan gue…?

Dari tuturan sejarah diatas, gue secara jujur memang masih bingung dan memang rada “bego” mengenai adat dan istiadat orang Batak. Sangat bervariasi, jadi gue agak takut menjelaskan secara lebih, takutnya dapat menimbulkan kesalhpahaman. Tapi kalo lo pada masih penasaran, coba deh lo baca buku – buku yang membahas tentang adat, istiadat bahkan sejarah orang Batak. Tapi biarpun banyak versi mengenai adat, istiadat dan sejarah, gue merasa tetap bangga kok jadi orang bersuku Batak.

Dan gue juga berpikir bila suku – suku di Indonesia yang sangat beragam, maka beragam pula mengenai adat, istiadat, bahkan sejarah mereka. Artinya karena keaneka ragaman itulah, kita sebagai orang Indonesia berarti memiliki pemikiran akan ke Bhineka Tunggalan yang beragam, konsep Nasionalisme yang beragam dan kemajuan pembangunan yang beragam, namun semuanya di satukan lewat ikatan suci Pancasila dan di atur dalam UUD’45. Jayalah terus Indonesiaku, biarkan Merahmu mengalir dalam darahku dan Putihmu menyertai tiap langkahku

58 Balasan ke Hutabarat.Ltd

  1. marisihutabarat berkata:

    belum tepat betul tetapi seusiamua sdh punya respek terhadap ke-Batakn terutama utk hutabarat maka saya acubgkan jempol utk itu. semoga kau suistainable dalam eksistensimu sebagai org Batak

    • zuckh berkata:

      terima kasih banyak…lae / ito.
      Bila berkenan, mungkin lae/ito dapat memberikan penjelasan dimana yang kurang. Aku sendiri juga masih kurang paham, oleh karena itu, mungkin lae/ito dapat menambahkannya.

      Maju terus adat batak….

  2. Brian berkata:

    Sedikit penjelasan mengenai Hasibuan dan Guru Mangaloksa. Guru Mangaloksa adalah anak dari Hasibuan. Anak Guru Mangaloksa pindah ke daerah Tapanuli Selatan dan memakai marga Hasibuan. Jadi kalau diurutkan menjadi Hasibuan (Utara) — Guru Mangaloksa — Hasibuan (Selatan)

    • Bona Hutabarat berkata:

      Sedikit Koreksi anaknya Guru Mangaloksa ada 4 yaitu 1. Hutabarat (Siraja Nabarat) 2. Panggabean 3. Hutagalung dan 4. Hutatoruan dan tinggalnya bukan di tapanuli selatan tetapi tapanuli utara sampai saat ini. terima kasih

  3. zuckh berkata:

    #Brian…
    nah yang ini aku baru tahu lho….
    .
    Tapi aku masih kurang paham akan maksud penjelasannya.
    Begini, banyak kasus dimana marga batak terjadi perubahan atau pengurangan nama marga diakibatkan tekanan kondisi saat itu.

    Sebagai contohnya, marga Sihombing. dimana awalnya adalah marga Nababan. namun (mungkin-soalnya banyak versi yang beredar) karena ketenaran si marga sihombing, maka keturunan marga Nababan, sering memperkenalkan diri dengan marga Sihombing.

    Oleh karena itu, untuk memperjelas asal usulnya, kebanyakan mereka akan memperkenalkan lagi nama marga awalanya. Misalnya Sihombing Nababan, Sihombing Silaban, Sihombing Tio, dsb….

    Mohon koreksinya ya….

  4. marisihutabarat berkata:

    raja hasibuan punya anak 5 yaitu 1raja manjalo dari istri Iboru simatupang,2.gurumangaloksa,3.guru hinobaan,4.raja maniti,5.raja marjalang (yg 4ini lahir dari istri ke2boru pasaribu). yg 4 ini kompak bersatudalam hasadaan guru mangaloksa dan karena jumlahnya lebih banyak maka pomparan ni raja manjalo seolah tertimpa. keturunan raja marjalang sangat sulitditemukan enktah dimana rimbanya, diprediksi dulu dia segera merantau ke malaysia dan sedikit tinggaldilabuhanbilik selanjutnya menghilangkan identitas mugkin karena jqadi masyarakat minor di negeri barunya. sayang sekali identitas diri itu dihilangkan padhal semakin jauh seseorang berkelana semakin tinggi mutunya, asal jangan kehilangan jati diri. horas

    • zuckh berkata:

      #marisihutabarat.
      Wow, senang sekali mendapat tambahan yang berguna. Iya saya juga berpikir seperti itu mengenai identitas yang “dengan sengaja di hilangkan”. Mungkin dengan alasan untuk mempertahankan hidup.
      Tapi bisa juga karena “mati keturunan”, alias tidak punya anak (lelaki) untuk meneruskan marganya….

  5. marisihutabarat berkata:

    utk brian h dan yg lain,perhatikan tulisan saya mengenai keturunan raja hasibuan diatas, dengan itu kekliruan diperbaiki. kemudian lagi. raja SOBU klhanya punya 2 orang anak yaitu raja sitompul dan raja hasibuan. sedangkan sirajanabarat, panggabean,hutagalung dan hutatoruan adalah anak guru mangaloksa (anak ke 2 raja hasibuan), mohon perhatikan. mauliate, horas.

  6. Bahari Tao Hutabarat berkata:

    salut ampara, gw dukung kreatifitasmu… dr bnyak situs, blog dan buku2 adat batak qt udah mngetahui silsilah atw tarombo tpatnya (brgkali), dr gnerasi I(Siraja Batak ) sampai generasi X (klo tarombo sy hutabarat parbaju).. naah, dr Gnrasi X ampe skrgkan blm ada tuh, bs g diulas,dicari,diusut,disisir atw apalah. Pepatah blg “tak kenal maka tak sayang”,orang akan lbh mnghargai dan mnjunjung adatnya jika mngtahui apa,bgmana dan siapa2 yg brkaitan dgn adatnya.

    Akhir kata sy mgkin tdk lbh baik dr kalian ttg adat batak. Tapi, LANJUTKAN PENCARIAN!!!
    Horas!!

  7. marisi hutabarat berkata:

    #zukh/Bahari/semua orang didunia ini: Jauh sebelum raja Bonagbonang menjadi raja Batak Pertama di tanah Batak tak terhitung berapa keturunan (Batak=sundut) diatasnya. tidak ada data tertulis karena tulisan Batak diciptakan pd th 812 yg diadopsi dari tulisan orang india saudagar2 rempah-rempah yg datang dan pergi dan yg anak kapalnya tinggal di tanah Batak mengumpulkan rempah-rempah sambil menunggu kapal tokenya datang lagi. ketikaitu tulisan itu dipakai oleh saudagar dan pribumu untuk catatan dagang/ perjanjian dagang/ catat hutang piutang/ transfer ilmu dlsbnya. Tulisan ini mulai dipakai di bandar/pelabuhan Barus, menyebar ke Mandailing godang, Silindung,Humbang,Doloksanggul, Pusukbuhit,Samosir, Toba,Simalungun terus ke Karo,Dairi,Pakpak. Jadi sisila kita terbatas hanya diawali dari raja Bonangbonang. Begitupun jadilah cukup bagus dibanding suku lan yang tak punya sejarah silisilah. Mau tahu lebih banyak?

    • zuckh berkata:

      Iya dong, jadi penasaran nih…..Kapan nih apara, bisa share ke kita semua….plz….

      Oh iya, mengenai sejarah orang Batak, ternyata udah menjadi bahan penelitian dari zaman penjajahan lho.

      Aku sempat membacanya (tapi aku lupa judul bukunya, kalo nggak salah sih judulnya Kebudayaan Batak….apa lah…sori aku lupa banget judulnya, tapi kalo nggak salah ingat, sampulnya warna merah gitu)

      Di dalam tulisan buku itu, juga disinggung mengenai peradaban orang batak mula-mula, mulai dari sistem perdagangnya, pola hidup, agama suku, peperangan, hingga pola kawin mawin yang melahirkan berbagi macam suku Batak yang majemuk.

  8. sebelum th baru sy ada kirim tulisan penting mengenai tahun dan asal muasal aksara Batak, ke alamat blog ini, tapi kok gak dimuat ya, itu sangat penting utk pengetahuan sipapapun budayawan didunia ini. padahal waktu dan energi saya cukup banyak terpakai untuk itu. Aku kesal dan malu. dan kesal lagi kenapa permohonan emailku ke hutabarat.net yang sudh dua kali kukirim tidak dijawab. ai na boha do puang, na so adong do halak di kantor? rasanya saya ngirim surat ke alamat tepat tapi penghuninya sudah pindah ke alaska. halo Zukh/Bahari, tolong ikutkan aku di komunitas itu, aku gomparan ni Guru Hinobaan-Partalijoeloe no.18, journalis yang tentu berpengalaman menulis, sekarang tinggal di pamatangsiantar, balosda,mauliate, horas

    • zuckh berkata:

      Horas apara Marisi Lambok Hutabarat,….

      Sebelumnya mohon maaf, kalo aku jarang update perkembangan blog kesayanganku ini. Alasanya, karena tempat kerjaku ini di salah satu Kabupaten di Papua Barat, dan Kab. ini baru berumur 6 tahun. Jadi untuk akses internet (ke warnet) sangat susah, apalagi menggunakan modem GSM/CDMA, lebih susah. Aku harus pergi ke-kotanya lho….(agak jauh, dan terbatasnya sarana transportasi).

      Beruntung saja, aku masih dikasih waktu liburan Natal dan Tahun Baru yang cukup lama (kira2 2 mingguan) di Kota Manokwari, jadinya aku usahakan sebisa mungkin untuk jalan2 dan cari tempat browsing yang enak dan nyaman.

      Mengenai, tulisan yang kamu alamatkan ke blogku ini, aku akan periksa kembali, dan bila ada, dengan senang hati akan aku muat.

      Namun bila tidak ada, apara bisa mengirimkan via email di zuckh@yahoo.com. (ini email ku) dan pasti akan ku muat di blogku ini.

      Mengenai hutabarat.net, aku juga masih bingung mengenai situs kawanua kita ini. Mungkin karena kesibukan adminnya, sehingga situs kawanua kita kurang merespons calon anggotanya.

      Namun mari kita doakan bersama, agar situs kawanua kita (hutabarat.net) dapat menjadi sumber berkat bagi kita semua. Amin.

  9. rudhie Hsb berkata:

    Brian
    Sedikit penjelasan mengenai Hasibuan dan Guru Mangaloksa. Guru Mangaloksa adalah anak dari Hasibuan. Anak Guru Mangaloksa pindah ke daerah Tapanuli Selatan dan memakai marga Hasibuan. Jadi kalau diurutkan menjadi Hasibuan (Utara) — Guru Mangaloksa — Hasibuan (Selatan)

    Nah ini yg aq masih bingung.. dari beberapa situs yg aq baca, keturunan dari Gr. mangaloksa dikenal dengan siopat pusoran (Hutabarat, Hutatoruan, Hutagalung, Lumban tobing), tp ada beberapa yg tetap memakai marga hasibuan. Boleh tanya, kalau silsilah keturunan dari Gr. mangaloksa yg memakai marga hasibuan ada yg punya tidak? Aq sendiri Hasibuan Harean dari Barumun tapsel, yg aq dengar dari ortu kalau kami masih keturunan dari gr. mangaloksa hanya saja silsilahnya gak jelas.. Kl ada yang bisa yg punya tolong dibantu…

    • David Hutabarat berkata:

      Ampara, Hasibuan Harean itu identik dengan marga Hutagalung, berarti dulu Nenek Moyang Ampara berasal dari Silindung, sampai di Tapsel memakai marga Hasibuan, seluruh Pomparan Guru Mangaloksa berhak memakai marga Hasibuan, khusus untuk Hasibuan sendiri Ampara bisa search di Google :)

      • ronald berkata:

        siopat pisoran itu (hutabarat,panggabean,hutagalung,hutatoruan)kalau tobing itu generasi ke 3

      • ronald berkata:

        Jumlah marga pada keluarga besar keturunan Raja Hasibuan sampai saat iniadalah 12 marga Istri Raja Hasibuan ialah Boru simatupang(sianturi)anak dari(boru ni)Raja Liat Simatupang sian Muara,mereka dikaruniai 5 anak laki-laki dan 5anak perempuan. Kelima anak laki-laki itu ialah:1Raja marjalo Hasibuan 2.Guru mangaloksa Hasibuan 3.#Guru honobaan Hasibuan 4.Guru Marjalang Hasibuan 5.Guru Maniti Hasibuan. Kelima anak perempuan itu ialah:1.Boru siturasi-muli tu Raja sitorus 2.Boru situmandi-muli tu Raja Panjaitan 3.boru sande Balige-muli tu Raja Parluhutan siaahan sibuntuon 4.Boru Taripar laut-muli tu Raja Marsundung simanjuntak 5.Boru patar Uluan-muli tu Raja Ringo-Ringo. Pinompar Raja marjalo,guru Hinobaan Hasibuan,guru marjalang Hasibuan,dan guru maniti Hasibuan beserta keturunannya tetap memakai marga Hasibuan sampai saat ini. Berbeda dengan guru manggaloksa hasibuan,dimana anak-anak nya sudah ada yang memakai marga baru.keempat anak Guru manggaloksa:HUTABARAT,PANGGABEAN,HUTAGALUNG,dan HUTATORUAN tidak memakai Hasibuan lagi.Kemudian anak dari Raja Panggabean membentuk marga baru yaitu anak II menjadi marga Simorangkir sedangkan anak I dan III tetap memakai marga Panggabean.demikian juga Raja Hutatoruan,kedua anaknya telah memakai namanya menjadi marga baru yaitu:marga hutapea dan Lumban tobing(Hutatoruan sudah tidak di pakai lagi). jadi anak RAJA HASIBUAN sampai saat inisudah mempunyai pinompar yang memakai 7 marga a.Hasibuan b.Hutabarat c.Panggabean d.Hutagalung…………….(Rangking anak /generasi ke 2 dari Raja Hasibuan. e.Simorangkir f.Hutapea g.Lumban tobing ………(Rangking anak/generasi ke 3 dari Raja Hasibuan.

  10. marisi hutabarat berkata:

    o begitu posisimu, q baru sadar, baiklah, sorry baru ini q muncul lagi, speedyku kena serangan virus jadi mesti install ulang. salam q kpd komunitas Batak dilingkungan tempat tinggalmu, horas

    • zuckh berkata:

      ok terima kasih atas penegrtiannya. Di tempatku, Kab. Teluk Wondama, ada juga rukun orang Batak. namun kami disini sangat minor. Doakan kami disini semua ya….

  11. untuk rudhi hsb cs.
    Tidak ada pengelompokan Hasibuan Utara atau Selatan. Guru Mangloksa adlh anak kedua dari Ompu Raja Hasibuan yg cerdas melihat bahwa tano bonanipinasa (tanah asal muasal nenek moyang) di Pusuk Buhit sdh tidak mampu lagi “to breed” (memproduksi makanan dgn cukup) utk dimakan penduduk yg semakin bertambah karena luas pertanian tetap. mereka harus migrasi, pertama ke RURA SILINDUNG LALU KE TAPSEL TERUS KE LABUHAN BILIK ,MALAYSA DLL. MEREKA TETAP MEMAKAI MARGA INDUK HASIBUAN. YG TINGGAL DI RURA SILINDUNG MULAI MEMAKAI NAMA TEMPAT BARUNYA SEPERTI HUTABARAT. PANGGABEAN,HUTAGALUNG,HUTATORUAN. Guru Mangaloksa diberkati cepat dan banyak keturunan dan populaitas. Lalu menjadi barita ni lampedang na tarbarita sahat ro didia.( Beritanya terkenal sampai ke ujung dunia,”begitulah”). Kalau rajin tanya silislah O.Rj.Hasibuan pasti dapat. Horas!

    • zuckh berkata:

      Wow…penjelasan yang sangat hebat apara. Dulu sih aku juga pernah diceritaain tentang asal muasal nama Hutabarat. Namun aku nggak nanya lebih detail, kenapa amang Hasibuan itu milih ninggalin tano bonanipinasa. Yang aku ngerti tuh, kalo Huta itu artinya kampung, sedangkan pemilik (yang dituakan-anak pertama Hasibuan, Rj. Nabarat) adalah Rj. Nabarat. Jadi deh, dinamakan Hutabarat atau bisa disebut pemukiman keluarga dari Rj. Nabarat.

      Kata Ompungku, Rj. Nabarat tuh, sering berpikir (yang dalam masa itu) tinggi atau aneh untuk diterima khalayak ramai. Jadi deh, si Hasibuan, kasih nama Nabarat. Mengenai, dimana tempat pembukaan kampung awal Hutabarat, aku juga nda dijelasin secara detail. Terus mengenai alasan mengapa harus membuka kampung baru, aku juga tidak menayakannya.

      Sejauh ini, aku sepaham dengan apara mengenai alasan utama pembukaan kampung baru. Namun sejauh mana perjalanan mereka (hidup dengan pola nomaden alias berpindah-pindah tempat) aku juga belum paham. Karena sejauh ini aku juga masih mencari peta perjalanan dari pomparan O. Rj. Hasibuan. Terus, kenapa sampai di Tarutung pun aku juga belum paham.

      Mirip di pelajaran sejarah deh, tapi senang banget ngikutinya. Soalnya tokoh utamanya kan leluhur kita. Jadi penasaran…..

  12. Untuk semua kita gomparan ni O.Raja Hasibuan di parserahan kusampaikan berkat dari ompung yaitu:PINANTIK HUJUR MA DI TOPI NI TAPIAN, TUNG TUDIA HITA MANGALANGKA SAI TUSI MA DAPOTAN PARSAULIAN.
    ( INGAT BERKAT INI BERLAKU UNIVERSAL BAGI TURUNAN HASIBUAN TANPA MEMILIH AGAMA APAPUN DIA. KARENA ITU KITAQ HARUS KOMPAK! MAULIATE, HORAS !)

    • daniel hutabarat berkata:

      to: marisi lambok,
      appara..ada blog/sits atw apa sajalh yg appara tau yg memperlihatkn bagan/silsilah/tarombo dari Ihat/itam manisia sampai Raja Nagodang (Hutabarat)??
      saya keturunan Raja Nagodang (hutabarat parbaju bosi, no.18)
      ada bbrapa versi yg sy dpt mnrut sy perlu sy koreksi lg, mgkin klw ada kiriman tarombo dari appara bisa membantu sy
      mauliate…
      horas…
      daniel : 081376407911

      • zuckh berkata:

        Sabar ya tunggu balasan dari Apara Marisi Lombok.
        Oh iya, aku baru tahu loh kalo Raja Nagodang itu Hutabarat. Godang = Banyak. Aku jadi bingung nih.
        Mohon pencerahannya lae….

      • daud hutabarat berkata:

        Molo Raja Nagodangi Daniel dang Parbaju Bosi kedan, molo Parbaju Bosi Namora Donda manang anak sipaidua pinompar Raja Natumandi

  13. agust hutabarat berkata:

    Horas di angka dongan tubu…
    Akhirnya aku menemukan satu lagi blognya hutabarat..
    Masalah tarombo si Raja Nabarat aku hanya mengerti sedikit, jadi mungkin bisa lah belajar ke abang Marisi…

    Buat abang Daniel Hutabarat, salam kenal bang..
    aku juga Hutabarat Raja Nagodang no 18…
    sekarang masih kuliah di semarang…

    Horas….

  14. agust hutabarat berkata:

    Yang ku tahu sedikit tentang leluhur kita (Guru Mangaloksa), bahwa beliau adalah keturunan Hasibuan. Pada suatu hari beliau berburu ke hutan, kebetulan Guru Mangaloksa mahir menggunakan sumpit (ultop). Pas berburu, dia berhasil menyumpit seekor burung yang konon katanya sebesar kambing, namun burung tersebut tidak langsung mati, malah terbang. Guru Mangaloksa pun mengikuti burung tersebut, namun tanpa disadari, beliau sudah semakin jauh dari kampung. Ketika dia sadar, dia tidak mengenal tempat itu. Namun tiba-tiba dia melihat asap, dan beliaupun mencari tahu asal asap itu. Dan akhirnya Guru Mangaloksa sampai lah ke Silindung (Sekarang Tarutung). Ternyata kampung tersebut milik marga Pasaribu.
    Pada saat itu, kampung sedang dilanda teror. Di kampung tersebut sering didatangi burung rajawali berkepala tujuh yang suka memangsa anak-anak dan hewan ternak. Sudah banyak cara yang dilakukan raja Pasaribu untuk mengusir burung tersebut, namun hasilnya sia-sia. Akhirnya Guru Mangaloksa yang pandai menggunakan sumpit dan juga sakti itu, menawarkan diri untuk membunuh burung tersebut. Dan akhirnya dia berhasil membunuh burung rajawali berkepala tujuh itu. Sebagai imbalan, raja Pasaribu memberikan salah seorang putrinya untuk dijadikan istri oleh Guru Mangaloksa.
    Setelah guru Mangaloksa menikah dengan boru Pasaribu, Guru Mangaloksa berniat meminta sedikit tanah untuk bertani kepada mertuanya(Raja Pasaribu). Sehingga dia mengutus istrinya untuk mengahadap sang raja. Namun ternyata terjadi salah paham, Guru Mangaloksa meminta sedikit tanah yang oleh Raja Pasaribu diartikan berbeda. Dia pun memberikan tanah dalam tandok (tempat beras/padi) untuk dibawa boru Pasaribu ke suaminya (Guru Mangaloksa).
    Melihat hal itu, Guru Mangaloksa sakit hati terhadap mertuanya. Namun dia tidak ingin bertengkar dengan mertuanya. Akhirnya dia memikirkan sebuah siasat untuk mengelabui mertuanya dan menyuruh mereka untuk keluar dari kampung tersebut.
    Guru Mangaloksa membuat seolah-olah kampung mereka sedang dikepung musuh, kemudian dia meletakkan poring (sebuah tanaman jika dipijak akan menimbulkan bunyi seperti letusan senjata). Ketika dia menyampaikan kabar bahwa kampung telah di kepung musuh, mertuanya pun panik dan berlari keluar. Tiba-tiba dia menginjak poring tadi, mertuanya mengira itu adalah suara letusan senapan (bodil) musuh. Akhirnya Guru Magaloksa berhasil mengajak mertuanya mengungsi. Sejak kejadian itu ada ungkapan dalam masyarakat batak yaitu “Pasaribu na dilele ni poring (Pasaribu yang dikejar poring)”.
    Dalam perjalanan ke pengungsian bersama mertuanya, Guru Mangaloksa meminta izin kepada mertuanya untuk kembali ke kampung untuk melihat keadaan, dan mertuanyapun merestui. Dalam perjalanan, pas di tepi aek situmandi, anak pertama guru Mangaloksa pun lahir. Anak itu diberi nama Si Raja Nabarat, na barat artinya yang berlawanan. Saat itu Guru Mangaloksa menyadari perbuatannya terhadap mertua (hula-hula) bahwa itu sebenarnya bertentangan.
    Kemudian lahirlah anak kedua, yang dinamakan Si Raja Panggabean, yang artinya sejahtera. Guru Mangaloksa melihat, walaupun dia telah berbuat salah terhadap mertua (hula-hula)nya, tapi dia masih diberikan kesejahteraan (hagebeon) oleh Ompu Mulajadi Nabolon.
    Kemudian anak ketiga lahir diberi nama Si Raja Hutagalung. Dan Anak Keempat diberi nama Si Raja Hutatoruan (Hutapea dan Lumbantobing).
    Adapun Marga-marga keturunan Guru Mangaloksa adalah:
    1. Si Raja Na Barat yaitu marga Hutabarat
    2. Si Raja Panggabean yaitu marga:
    a. Panggabean,
    b. Simorangkir.
    3. Si Raja Hutagalung yaitu Marga Hutagalung.
    4. Si Raja Hutatoruan yaitu marga:
    a. Hutapea,
    b. Lumbantobing.
    Keempat anak ini dikenal dengan Si Opat Pusoran. Dulunya sesama si Opat Pusoran tidak boleh saling menikahi, namun seiring perjalanan waktu, sesama si Opat Pusoran sekarang sudah bisa saling menikahi, hal itu tidak melanggar adat. Tapi bagi saya pribadi, si Opat Pusoran adalah saudara terdekat saya, dan sebisanya saya tidak akan menikahi ito saya (Boru Panggabean, Boru Simorangkir, Boru Hutagalung, Boru Hutapea, Boru Lumbantobing).
    Pada kenyataannya leluhur kita adalah marga Hasibuan (Guru Mangaloksa Hasibuan). Namun anak-anak Guru Mangaloksa tidak lagi menggunakan marga Hasibuan. Tetapi kita tidak boleh mangkir, bahwa si Opat Pusoran adalah Hasibuan.

    KETURUNAN SI RAJA NA BARAT
    Si Raja Nabarat (Hutabarat), memiliki anak :
    1. Hutabarat Sisunggulon
    2. Hutabarat Pohan.

    Dan Hutabarat Pohan memiliki anak :
    1. Hutabarat Hapoltahan,
    2. Hutabarat Parbaju,
    3. Hutabarat Partali.

    Hutabarat Parbaju Memiliki anak:
    1. Hutabarat Raja Na Gok
    2. Hutabarat Donda Raja
    3. Hutabarat Raja Nagodang.

    Jadi, saya sendiri adalah Hutabarat Parbaju Raja Nagodang Nomor 18 dari Hutabarat Lobu Silindung Sisangkae Tarutung.

    Untuk semua keturunan si Raja Batak yang membaca tulisan ini, apabila ada yang salah dan perlu dikoreksi mohon untuk sedia memberikan arahan dan bimbingan. Apalagi saya belum mengerti betul secara mendetail mengenai adat Batak dan Partuturon si Raja Na Barat.
    Mauliate..
    Horas….

    Sumber : http://agusthutabarat.wordpress.com/guru-mangaloksa-dan-hutabarat/

  15. bobby hutabarat berkata:

    sodara itu adalah..teman kita di waktu pesta aja nya……..teman tukar pikiran yang paling enak adalah silaban lah………jadi oppung saya yang buat YANG PERTAMA MEMESTAKAN TUGU SIRAJA NABARAT.apa ada yang ingat jasa2 nya….dan tugu itupun tidak terurus……jadi buat marga HUTABARA di tanam di hati nya….ARGA DO BONA NI PINASA……DIHAYATI………..

  16. David Hutabarat berkata:

    Sedikit koreksi, waktu itu, marga Pasaribu tinggal di Lobu Silindung ( Sekarang Sosor Silindung, Topi Aek Desa Parbaju Toruan, Kecamatan Tarutung ), Makanya lahir sebutan Silindung. Si RajaNabarat punya tiga orang anak : 1. Sosunggulon, 2.Hapoltahan, 3. Pohan, karena itulah Tugu Si RajaNabarat punya 3 kaki, makanya juga ada desa Sitoluama di Pahae Julu. Khusus Untuk Pohan, Hutabarat Pohan punya 2 orang anak : Natumandi dan Guru Hinoban, Natumandi punya 3 orang anak sudah diterangkan di atas sebelumnya, Guru Hinoban punya 3 orang anak, Guru Hasahatan ( Partali Julu ), Raja Sibiung (Partali Toruan), dan Juara Monang ( Lumban Rampa ). Populasi marga PGM yang terbesar adallah Hutabarat sendiri, dan di Tapanuli Utara, keturunanan PGM dengan populasi terbesar adalah Hutabarat, tersebar di Kecamatan, Tarutung, Siatas Barita, Adiankoting, Pahae Julu, Pahae Jae, Purbatua, Pagaran, Sipahutar, makanya buanyak banget marga Hutabarat kepincut pengen jadi Kepala Daerah di Tapanuli Utara. Once more, Rura Silindung berasal dari nama Sosor Silindung di desa Hutabarat, Guru Mangaloksa membuka desa dimulai dari Sosor Silindung. HORAS !!

  17. Ramlan Hutabarat berkata:

    Horas akka dongan tubu

    Mungkin sedikit koreksi/masukan mengenai apa yang dipaparkan anggi doli Agus Hutabarat tentang pinompar siRaja Na Barat .
    Pinompar oppung kita Siraja Na Barat ada 3 yaitu :
    1. Hutabarat Sosunggulon
    2. Hutabarat Hapoltahan
    3. Hutabarat Pohan
    Jadi Pinompar Hutabarat Sosunggulon ada 2 yaitu :
    1. Raja Napanabolak dan keturunannya ada 4
    a. Namora Belu
    b. Martua Raja Doli
    c. Guru Tinating
    d. Datu Punggur
    2. Raja Napanabuttu dan keturunannya 4 :
    a. Guru Sinangatan
    b. Baga Ni Onan
    c. Juara Tua
    d. Datu Pasagi
    Namun dalam kehidupan sehari-hari dan pesta adat bahwa keturunan Hutabarat Sosunggulon selalu menyatakan 8 kakak beradik ( ualu marhamaranggi)
    Sedangkan siRaja Hutabarat Pohan pomparannya ada 2 yaitu :
    1. Hutabarat Parbaju.
    2. Hatabarat Partali.

    Dan saya sendiri Hutabarat Sosunggulon si paiopat ( Pinompar) Datu Punggur nonor 17 dan tinggal di Pematangsiantar. Dan membaca akka barita dari dongan tubu, maju terus pinompar SIRAJA NA BARAT
    HORAS………!

    • ronald berkata:

      sedikit koreksi:1.ompu Raja Natumandi 2.Raja Hinobaan (3 ma pinoppar ni sian ompu Raja Natumandi) 1.Raja Nabolon 2.Namoradonda 3.Raja Nagodang. (2 ma pinopar na sian namoradonda) 1.ompu Raja Sipakpahi 2.ompu Raja Hutabarat (3 ma pinopar na sian ompu Raja Hutabarat) 1.ompu ni anting 2.Baginda soaloon 3.ompu lompo (6 ma pinopar ni sian Baginda soaloon sian 2 ina)1.panaehan 2.mangaitraja 3.ompu tuan so maruntus 4.ompu raja diuruk 5.minta raja(parampolak) 6.namoradonda.(1 ma pinopar na sian ompu raja diuruk) 1.pangutangan najolo.(2 ma pinopar na sian pangutangan na jolo) 1.ompu tuan marsahadat 2.ompu raja gontam.kebetulan saya pinompar ni Raja Nabolon,parbaju no 19

      • ronald berkata:

        sedikit koreksi:RAJA HUTABARAT POHAN:1.ompu Raja Natumandi 2.Raja Hinobaan (3 ma pinoppar ni sian ompu Raja Natumandi) 1.Raja Nabolon 2.Namoradonda 3.Raja Nagodang. (2 ma pinopar na sian namoradonda) 1.ompu Raja Sipakpahi 2.ompu Raja Hutabarat (3 ma pinopar na sian ompu Raja Hutabarat) 1.ompu ni anting 2.Baginda soaloon 3.ompu lompo (6 ma pinopar ni sian Baginda soaloon sian 2 ina)1.panaehan 2.mangaitraja 3.ompu tuan so maruntus 4.ompu raja diuruk 5.minta raja(parampolak) 6.namoradonda.(1 ma pinopar na sian ompu raja diuruk) 1.pangutangan najolo.(2 ma pinopar na sian pangutangan na jolo) 1.ompu tuan marsahadat 2.ompu raja gontam.kebetulan saya pinompar ni Raja Nabolon,parbaju

  18. agust hutabarat berkata:

    @ Abang Ramlan Hutabarat : mauliate abang koreksinya,

  19. Ramlan Hutabarat berkata:

    Gimana khabar dongan tubu ditano parserakan (perantauan)
    Horas madihita saluhutna….!
    SiRaja Na Barat melangkah……
    Maju…..maju…..maju….yesssss………….!
    horas….

    • zuckh berkata:

      Dari Makassar, Dongan Tubu Si Raja Na Barat sehat walafiat. Kami semua masih rutin berkumpul bersama (arisan) dan aktif untuk berbagi.

      Kiranya Dongan Tubu Si Raja Nabarat di daerah lainnya juga sehat, aman dan rukun…

      Horas, Mauliate….

  20. Horas !!!!!!!!
    Izin nyimak ya tulang..
    Saya sangat tertarik dengan Budaya Batak khusunya tentang Silsilah Op.SIraja Nabarat walaupun saya hanya seorang bere, karena Ibu saya br. Ht.Barat Sisunggulon no.16 dari Op.Datu Punggur.. Asalnya dari Pahae Julu, Pantis…

  21. Efendi hutabarat berkata:

    Horas hutabarat sedunia, smoga maju terus dalam segala hal antara lain jangan sampai melupakan tarombo hutabarat di generasi yang akan datang. Perkenalkan saya efendi hutabarat partalijulu no.19 guru hasahatan. Memang dapat kita pahami tarombo hutabarat ini sangat penting supaya dalam perjalanan kita baik di indonesia atau luar negri bila bertemu bisa saling sinergi dan bisa dilacak siapa yang paling tua “hormat pada yang tua” dalam menjalin hubungan atau konseling boleh setiap hutabarat memberikan emailnya ok horas mauliate hutabarat jaya terus

  22. herry halomoan hutabarat berkata:

    bantu saya dunk ikut bergbung di keluarga besar hutabarat serta kegiatan2nya, dan dimana saya bisa berkumpul ….

  23. Koster Hutabarat berkata:

    Salam sejahtera, saya baru baca-baca keingin tahuan apara-apara diatas. Saya Hutabarat yang mungkin tidak masuk di akal jika saya jelaskan masih no 16 dan opung saya no 14 masih hidup di Sibolga. Kebetulan saya rajin cari informasi tentang Hutabarat. Saya lahir di Sibolga, besar di Tapanuli selatan, sekarang domisili di Tapanuli utara. ada banyak silsilah yang saya temukan dan sedang saya cari yang catatan yang tertua. Sejauh ini saya baru menemukan umur nara sumber 90 dan 86 tahun. Usul saya agar dapat diisi langsung teman-teman, bagi appara-appara yang punya keahlian di bidang komputer agar membuat sejenis “Family Tree” jadi kita dapat menjaring silsilah dari semua cabang kalau itu memang diperlukan.

  24. ricci hutabarat berkata:

    salam kenal buat smua..sy kebetulan keturunan siraja nabaratya.no16..sy ingin menjelaskan ya..yg saya tau..anak daripa raja hasibuan ada 5..puttri 5..singkat aj..kita keturunan dr guru mangaloksa..anak kedua raja hasibuan..tidak smua marga hasibuan oppung kita,.jika kita jumpa marga hasibuan…kita jd marga hasibuan..karna hutabarat itukan hasibuan juga.yg sy tau tergantung nomor.anak dr raja hasibuan yg ke5 contohnya.keturunan guru marjalang..skarang sudah ada no20…ms kita yg manggil oppung sm dia…

  25. ojak berkata:

    sedikit koreksi
    sobu
    sitompul dan hasibuan sundut 1
    raja manjalo
    gr mangaloksa
    gr hinobaan
    raja marjalang
    raja maniti sundut 2
    raja nabarat
    panggabean
    hutagalung
    hutatoruan sundut 3

    jika selisih 2 nomor dgn hasibuan pantas panggilan kita hutabarat ‘oppung’. Bila selisih 1 berarti hutabarat memanggil ‘amang tua’ hanya kalau dia keturunan raja manjalo lainnya ‘amang uda’. Bila sama tentu ‘abang’ untuk keturunan raja manjalo saja selainnya ‘adik’.
    Dasar dan pandangan saya karena ‘siopat pusoran’ berhak memakai marga hasibuan karena mereka memang marga hasibuan. Horas.

  26. Doharman berkata:

    Bisa d krm kh tarombo sianturix??

  27. ama rizky berkata:

    ribut klian smu yar mati ayam tetangga kami….

  28. aq hutabarat partali no 19,salam knal u/smu bapa tua namboru bapa uda & yg laen-a….
    saya bkan-a mw crama or nsehati smu-a,tp saya cma mw blg u/ap qta rbut soal spa yg lbih tua.
    saya cma blg p’1 kn KELUARGA BESAR SIRAJA NABARAT d’mna pn brada….
    horasssss………………

  29. Barat Brewok berkata:

    entah apa aja pun,tolonglh jgn asal asalan low membuat silsilah.low belum tau jelas asal usulnya jgn langsung di tampilkan kepermukaan,sedangkan saya aja yg belum tau pasti malu membacanya,bagaiman kalo dongan tubu kita yg lain membacanya,yg gk tau sama sekali tentang hutabarat,kan pasti uda itu yg di ikutinya,sementara itu semua salah.

    • zuckh berkata:

      Halloo lae, saya tahu asal-usulnya karena saya mendapatkan lanjutan salinan dari orangtua (Bapak) ku. Masih lengkap salinan tulisan tangannya kok. Karena sekarang sudah jaman komputer, makanya aku lanjutin menggunakan komputer.

      Trims atas tanggapannya.

  30. Virga HASIBUAN berkata:

    Horas anaha Hutabarat. Saya HASIBUAN No. ke-15 diurut dari si Raja Hasibuan. Saya keturunan anak pertama si Raja Hasibuan > Raja Manjalo Hasibuan > Saudagar Datu Na Begu Hasibuan. Saudagar Datu Na Begu Hasibuan ini adalah anak kedua (2) dari si Raja Manjalo Hasibuan. Jika diurut dari Raja Manjalo Hasibuan saya No. ke-14 & jika diurut dari Saudagar Datu Na Begu Hasibuan saya No. ke-13. Opung Doli saya lahir tahun 1901 di Porsea tinggal bersama keturunan Tustus Hasibuan (Anak pertama Raja Manjalo Hasibuan) setelah itu merantau ke Tanjung Pinang Kep.Riau. dan membuka kampung Hasibuan di Tanjung Pinang. Anak-anak dari Opung saya yaitu Amangtua & Namboru saya (No.14 si Raja Hasibuan) merantau ke Jakarta, dan selanjutnya anak-anaknya (No.15) saya melanjutkan perantauan di kota-kota lain di Indonesia. Saya sendiri tidak berada di Indonesia saat ini. Saya sudah merantau ke Canada, dan saya Hasibuan pertama dari keturunan si Raja Manjalo Hasibuan yang tinggal di Canada. Anak saya lahir di Canada dan sudah menjadi Warga Negara Canada (Hasibuan Manjalo pertama di dunia sebagai Warga Asing).

    Sedikit sejarah mengapa kami ini berjiwa perantau disebabkan oleh leluhur kami (Saudagar Datu Na Begu Hasibuan) adalah seorang perantau. Saudara-saudaranya dari ayahnya Raja Manjalo tetap memilih menetap di kampung kami di Porsea. Namun Saudagar Datu Na Begu Hasibuan memilih jalan hidupnya sendiri dengan pergi merantau ke daerah-daerah baru. Juga dari keturunan Saudagar Datu Na Begu Hasibuan inilah terlahir Hasibuan yang beragama Kristen (Ayahnya dari Opung saya).

    Dari darah leluhur kami inilah kami berjiwa perantau. Saat ini ditempat saya berada Toronto, ON, Canada ada beberapa marga anaha saya (Hutabarat & Lumbantobing) yang lain tidak ada. Mereka mengabdikan hormat kepada saya sebagai orangtua mereka di tanah perantauan ini.

    Semoga dari marga-marga anak-anak si Raja HASIBUAN tetap kompak dan menjaga hormat dan santun ketika bertemu dengan marga Hasibuan (tentunya harus punya penjelasan dahulu Hasibuan mana dan keturunan No.berapa).

    Sekian kata-kata saya. HORAS!

  31. Horas anaha Hutabarat. Saya HASIBUAN No. ke-15 diurut dari si Raja Hasibuan. Saya keturunan anak pertama si Raja Hasibuan > Raja Manjalo Hasibuan > Saudagar Datu Na Begu Hasibuan. Saudagar Datu Na Begu Hasibuan ini adalah anak kedua (2) dari si Raja Manjalo Hasibuan. Jika diurut dari Raja Manjalo Hasibuan saya No. ke-14 & jika diurut dari Saudagar Datu Na Begu Hasibuan saya No. ke-13. Opung Doli saya lahir tahun 1901 di Porsea tinggal bersama keturunan Tustus Hasibuan (Anak pertama Raja Manjalo Hasibuan) setelah itu merantau ke Tanjung Pinang Kep.Riau. dan membuka kampung Hasibuan di Tanjung Pinang. Anak-anak dari Opung saya yaitu Amangtua & Namboru saya (No.14 si Raja Hasibuan) merantau ke Jakarta, dan selanjutnya anak-anaknya (No.15) saya melanjutkan perantauan di kota-kota lain di Indonesia. Saya sendiri tidak berada di Indonesia saat ini. Saya sudah merantau ke Canada, dan saya Hasibuan pertama dari keturunan si Raja Manjalo Hasibuan yang tinggal di Canada. Anak saya lahir di Canada dan sudah menjadi Warga Negara Canada (Hasibuan Manjalo pertama di dunia sebagai Warga Asing).

    Sedikit sejarah mengapa kami ini berjiwa perantau disebabkan oleh leluhur kami (Saudagar Datu Na Begu Hasibuan) adalah seorang perantau. Saudara-saudaranya dari ayahnya Raja Manjalo tetap memilih menetap di kampung kami di Porsea. Namun Saudagar Datu Na Begu Hasibuan memilih jalan hidupnya sendiri dengan pergi merantau ke daerah-daerah baru. Juga dari keturunan Saudagar Datu Na Begu Hasibuan inilah terlahir Hasibuan yang beragama Kristen (Ayahnya dari Opung saya).

    Dari darah leluhur kami inilah kami berjiwa perantau. Saat ini ditempat saya berada Toronto, ON, Canada ada beberapa marga anaha saya (Hutabarat & Lumbantobing) yang lain tidak ada. Mereka mengabdikan hormat kepada saya sebagai orangtua mereka di tanah perantauan ini.

    Semoga dari marga-marga anak-anak si Raja HASIBUAN tetap kompak dan menjaga hormat dan santun ketika bertemu dengan marga Hasibuan (tentunya harus punya penjelasan dahulu Hasibuan mana dan keturunan No.berapa).

    Sekian kata-kata saya. HORAS!

  32. robby hutabarat berkata:

    Gw hutabarat sisunggulon nomor 16. Appara, g semua marga hasibuan kita panggil opung. lihat dulu hasibuan nomor brp dia nya. Contoh : bokap gw aja dipanggil abang oleh temen nya yg bermarga hasibuan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s