Ya, ya, ya…setelah berjuang dari bulan Januari sampe November 2008, akhirnya 1 tahap ujian untuk mendapatkan gelar ST sudah terlewati. Padahal konsep skripsiku udah kelar dari bulan Juni. Tapi karena terganjal di Toefl, akhirnya Novemberlah baru dapet jadwal ujian seminarnya. Dan sambil menunggu ujian Toefl, aku menyibukan diri untuk membantu buat – edit – sibuk skripsinya Achul, Olan, Toar, dan ‘Ei.

25 November 2008, pukul 11.30 (waktu FT Unsrat), hari dimana diriku di “Eksekusi” oleh tim penguji yang beranggotakan :
- Prof. DR. Ir. H. Manalip, M.Sc, D.E.A (Ketua)
- DR. Ir. S. E. Wallah, M.Sc (Sekretaris)
- Ir. M. Tamara, M.Si
- Banu Dwi Handono, ST, MT
- Recky Windah, ST

Untuk semua dosen tim penguji, aku mengucapkan terima kasih banyak atas masukan, saran serta kritikan atas konsep skripsi dan program CO2_Matrix ku. Walaupun aku sangat amat gugup dalam presentasi dan menjawab pertanyaan yang di ajukan, tapi diriku sangat senang telah memperoleh kesempatan untuk di uji lansung oleh mereka.

Tidak begitu banyak sih perubahan yang terjadi dalam konsep skripsiku, yang ada cuma penambahan 1 asumsi kasus portal ruang sederhana. Tapi yang paling membuat pusing diriku adalah untuk perbaikan program CO2_Matrix nya. Padahal aku ingin sekali menyelesaikan skripsiku di bulan Desember…!

Di lain pihak, 28 November 2008, Mohhamad Arie Rasul Wantogia (minat Manajemen Konstruksi) dengan dosen tim penguji :

- Ir. H. Tarore, MT
- Ir. Mochtar Sibi
- Prof. Ir. B. F. Sompie, MS
- Ir. A. K. T. D Undu, M.Agr
- Ir. R. L. Ingkiriwang, MT

dan Roland Zet Demalio (minat Sumber Daya Air/Hidrolika)

- Ir. L. Tanudjaja, M.Sc
- Ir. J. S. F. Sumarauw, MT
- Ir. L. Kawet, M.Si
- Ir. F. Halim, MT
- Ir. A. Thambas, MT

akhirnya mendapatkan gelar ST. di ruang sidang yang terpisah, mereka mampu mengakhiri segala macam rintangan selama kuliah dan mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia professional Teknik Sipil.


Secara pribadi aku terkagum dengan tekad yang ulet dan semangat baja mereka. Biar udah di “hajar” habis – habisan, tapi mereka bisa menutup lembar mahasiswanya hanya dengan senyuman kemenangan. Selain itu, kejadian unik juga terjadi dari seminar diriku sampe sidangnya Acul dan Olan, hamper semua pasukan C’O2 (Civil Engineering attended 2002) hadir dalam ujian tersbut. Dari yang paling langka dijumpai sampe yang paling bosan untuk dilihat, berkumpul bersama.


Ada satu tradisi yang sampe sekarang di jaga oleh C’O2. Yakni tentang konsep kekeluargaan, dan sederhana. Siapapun dia, dalam bentuk apapun dia kudu wajib menunaikannya. Kalo nggak palingan cuma ditagihin tiap hari,….
Ayo makan siang bareng……………Sapa yang bayar yah…?


Acul Hotel……….








Don’t try this at home………..























great!!! 2 thumbs up 4 u bro.may ur dreams come true.Jbu
aduuu
asik kang ngoni…,,
ihh disini kesepian..
sunyi,,,
kangen eh pa ngoni…
disini depe natal nda dapa rasa..
Aduh kasiang….
Kalo begitu…baca aja blog ini, biar rasa kesepiannya juga ilang. Kan Pingkan sementara cari sesuap nasi. Ntar kalo udah banyak, baru pulang. nanti kita habisi dalam sekejap mata. hehehehe……
hiiiiiiiikzzz……..
jgn yg salalu kmpl2 kwa…qt dsni sunyi….
jd pengen….tp msh d trima nda???
Selalu diterima dong Mon. Monik kan keluarga besar CO2